[SHINEE] OUR LOVE STORY – PART 2 OF ? YAOI

Annyeong All readers

Saya kembali dengan ff perdana ini (-.-)v

Hehe,

Warning!

Saya ngetik part 2 ini ga jelas

Tengah malem lagi

Jadi jangan salahkan saya kalo banyak salah typo, dll

RCL yahh J minimal comment lah ^^

Kan berhubung saya author baru

Minta saran dan kritik dari para readers!

 

No bashing! 

 

Oke ^^ kita cawww ke tkp

 

 

 

Tittle : Our Love Story

Genre : Yaoi, Romance

Author : Sparkling2min

Part : 2 of ?

Summary : 

Cast   ; Taemin      aka     Lee Taemin

          Minho                   aka     Choi Minho

          Jonghyun    aka     Kim Jonghyun

          Onew           aka     Lee Jinki

          Key             aka     Kim kibum

          Jino

          Others <img class="aligncenter size-medium wp-image-466" title="SHINee couple

 

 

BRAK!

Taemin membuka pintu di atap kampus dengan kasar. Nafasnya tersengal-sengal karena berlari.

 

Taemin mengedarkan pandangannya di atap itu. BINGO! Sosok namja bertubuh kekar dan tinggi sedang berdiri di sisi pinggir atap kampus. Tidak ada orang lagi kecuali dia.

 

“Minho-sshii!!!!!”Teriak Taemin kepada sosok namja yang sedang berdiri di pinggir atap kampus. Memejamkan matanya, Hendak menjatuhkan tubuhnya dari sana. Bunuh Diri, itu yang sedang dipikirkan namja tampan bertubuh kekar namun berhati lemah itu. Tas dan Sepatu tergeletak di dekat kaki Taemin yang berdiri tidak jauh dari Namja yang bernama Minho itu. Taemin bergegas mendekati Minho dan menarik lengannya. Menjauh dari sisi pinggir atap kampus.

 

“Apa yang kau lakukan! Kau seperti orang bodoh.. tidak memakai sepatu. Kalau kakimu terluka kena paku atau yang benda tajam yang lain bagaimana.. nanti di uks akan heboh dengan kakimu Choi Minho.”Sahut Taemin tenang, ia tidak bertanya apa yang akan dilakukan minho. Tidak.

 

Taemin memakaikan Minho sepatu. Minho hanya terdiam. Memandang Taemin yang berjongkok di bawahnya.

 

CHOI MINHO~ namja yang terkenal di kampus. Ia meliki semuanya. Otak, uang, ketampanan, kepopuleran. Hidupnya sempurna. Ayahnya seorang presdir perusahaan Choi, dan ibunya yang penyayang bernama Heechul adalah kepala kampus tempat minho, Taemin, Kibum, Jinki, Jonghyun, Jino menimba ilmu.

 

Ibu minho ‘Heechul’, meninggal 1 minggu yang lalu. Kejadian itu membuat Minho terpukul. Karena, hanya ibunyalah yang selalu ada di sisinya. Sang Ayah? Sejak minho masih kecil sang ayah sudah sibuk dengan urusan kantor. Sehingga Minho jarang mendapat kasih sayang sang ayah.

 

Semenjak kepergian ibunya, Minho menjadi kesepian. Tidak ada senyuman lagi. Hidupnya terasa hampa tanpa sang umma. Berkali-kali Minho mencoba untuk menyusul kepergian sang umma. Namun, ia tidak pernah berhasil. Karena disaat itu juga, Taemin pasti menemukannya dan mencegahnya.

 

Setelah selesai, mengikat tali sepatu Minho, Minho tidak bergeming. Keadaan menjadi awkward diantara keduanya. Hanya ada suara ribut beberapa orang dari bawah. Tepatnya orang-orang yang khawatir jika minho benar-benar akan bunuh diri. Taemin berjalan menuju sisi pinggir kampus dan member isyarat kepada semuanya bahwa *keadaan sudah terkendali*. v^.^v

 

Taemin membalikkan badannya, ia melihat Minho telah duduk di pojokan atap kampus sambil menatap kosong ke depan. Taemin mengikuti arah pandangannya. Ia mengangkat bahu. “Namja gila, Tidak ada apa-apa”Batinnya.

 

“Yaa! Minho-ssi, apa yang kau pikirkan? Kenapa begitu bodoh! Beritahu aku!”Rajuk Taemin sambil mendudukan dirinya disamping minho. Minho menatap Taemin. Wajahnya sangat sendu. “Apa perdulimu?! Kenapa kau selalu mencegahku berhenti!! Biarkan aku!! Aku ingin menyusul ibuku! Kau tahu!! Jangan Ganggu aku!! Aaarrrgghh!!!”Teriak Minho didepan muka taemin meremas kerah kemeja Taemin.

 

“ck. Sudah selesai?! Huaahh! Aku lapar nih, kita makan yuk.. Kau harus traktir. Kan aku sudah membantumu dan mendengar teriakan mu yang tidak penting tadi dengan baik.. kajja!” Dengan santai Taemin melapas genggaman tangan minho di kerahnya. Taemin berdiri dan menarik tangan Minho santai. Minho menahan dirinya. Taemin memutar bola matanya

 

“Hya! Oke Baiklah.. aku saja yang traktir.. ppali, aku lapar!”Taemin berusaha merajuk lagi. Kali ini tangan satunya meraih tangan lain Minho dan menariknya hingga Minho berdiri. Taemin menyunggingkan senyumnya. Minho tetap membisu mengikuti Taemin yang terus menarik tangannya.

 

–         – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

 

“Dimana jinki hyung?”Tanya Jino kepada Kibum. Mereka kini tengah duduk di cafe kampus. “Molla, kau tahu?! Ia belakangan ini seperti menghindariku. Aku sudah tidak bertemu dengannya selama 3 hari.”Jelas Kibum. “Jinjja? Kalian kan sudah bersahabat lama sekali. Tidak mungkin Jinki menghindarimu hyung!”Sahut Jino tidak percaya.

 

“Aisshh! Panggil dia hyung! Kau tidak sopan -__- Oh ya, dia sepertinya benar-benar menghindariku. waktu itu, aku sempat bertemu dengannya. Ia sedang ngobrol bersama temen sekelasnya. Lalu, Aku memanggilnya. Kau tahu? Dia malah berlagak tidak mendengar ku dan berjalan cepat menjauh dariku.”Kibum menopang dagunya di atas meja.

 

“Hmm.. apa kau berbuat salah hyung?! Tidak mungkin ah, jinki hyung menghindari mu. Dia kan…………”Jino tidak melanjutkan perkataanya ketika matanya menangkap sosok Jonghyun di luar jendela yang sedang berjalan dan bercanda bersama teman-temannya. Ia pun mengulas senyumnya. “Dia kan apa?”Tanya Kibum penasaran, memukul bahu Jino. “Mwo?!”Kaget Jino. “Iya,  tadi kau bilang Tidak mungkin ah, jinki hyung menghindari ku. Dia kan……… Dia kan apa?”Tanya Kibum penasaran.

 

“aisshh.. benarkah aku berkata demikian, aku bisa keceplosan.. mian Jinki Hyungg!!”Jino menggigit bibirnya sambil membatin. Yap! Jino tahu bahwa Jinki memendam perasaan kepada kibum. Dan Jinki menyuruh Jino untuk menutup mulutnya.

 

“aa..a..aniya hyung.. hehe.. sudahlah. Oh iya, Taeminnie kemana hyung?”Ucap Jino mengalihkan topik. “Molla, tadi sih katanya si keroro ingin lompat lagi. Dan Minnie jadi malaikat penolongnya lagi.”Jelas Kibum sambil mengangkat bahunya. Jino hanya terkekeh. “Minho hyung benar-benar sudah gila. Aku yakin ibunya akan sedih di sana, mengetahui anaknya menjadi seperti itu.”Sahut Jino.

 

Kibum mengangkat bahu lagi. “Tidak perduli yaa….”Cuek Kibum. “Padahal dia kan tampan, kaya, pintar, semua serba lebih lah dihidupnya. Kenapa karena ditinggal ibunya jadi seperti itu Minho hyung…. sayang sekali kan hyung.”Jino terus membicarakan Minho. “ck.. anak mami.” Kibum berdecak -___- #ditampar flames

 

“Hey, sudahlah……. Kau tidak usah membicarakann keroro itu. Euumm.. Ya! Jino-aah, Kau tahu, aku merasakan getaran saat Taemin…..……”Ucapan Kibum terpotong saat sebuah suara terdengar dibelakangnya. “Saat apa hyung…….??” Gleg! Suara Taemin memberhentikan perkataan kibum. Taemin sedang berdiri di belakang kursi Kibum  sambil menyilangkan ke2 tangannya di depan dada dan mendengarkan perkataan kibum tadi.

 

“Aaahhh,, Minniee!! ahahahaha, aigooo~~ maaf., eh.. kau sedang apa disini?! Aigoo~~”Kibum salah tingkah karena ketahuan membicarakan orang yang sedang berdiri di belakangnya. Taemin tersenyum jahil “Hayooo.. getaran apa hyung,,,,, ceritakan padaku!”Taemin mencubit-cubit lengan kibum gemas.

 

Jino hanya terkekeh melihat tingkah ke2 temannya itu “Appo minniee.. aniya! Hahah, kamu mau makan kan dengan…”Kibum melihat namja yang berdiri di belakang Taemin “choi minho-sshi.. apa kabar? Silahkan. Kami segera pergi kok.. eheheh.. ”Kibum berdiri dan menarik tangan Jino. “Hyaa hyung! Aku belum selesai!”Rengek Jino. “Sudah ayoo!!”Kibum menarik lagi tangan Taemin sampai ia berdiri. Mereka pun berjalan keluar café. Namun, sebelumnya Taemin menahannya dan berbisik. “Jangan katakana dia anak mami hyung. Bisa-bisa kau mati! Hehe!”Bisik Taemin. Kibum nyengir malu dan bergegas keluar café.

 

Lalu Taemin hanya terkekeh dan menyuruh Minho duduk berhadapan dengannya.

 

`diluar café`

 

“Hyung kenapa sih?! Kenapa kita yang keluar!! Kenapa tidak mengajak mereka berdua gabung sama kita.” Rengak Jino yang ingin masuk lagi kedalam café itu. “aissshh! Aku belum selesai bicara babo!”Gemas Jibum. Jino menyipitkan matanya. Kibum mengarahkan matanya menuju jendela dimana disana terlihat Taemin dan Minho yang sedang duduk berdua.

 

Taemin terlihat ceria walaupun namja didepannya hanya diam. Senyum yang ia ukir di bibirnya secara ‘tidak sadar’ adalah senyuman khas yang selalu ia berikan pada Joon, kekasihnya yang sudah meninggal. Ia terus mengajak minho berbicara walau tidak dijawab. “Aku merasakan manis diantara mereka berdua.. See, Taemin memberikan senyuman itu tanpa sadar kepada Minho yang hanya diam saja.”Kibum menunjuk Taemin sambil merangkul bahu Jino.

 

Jino bingung tidak mengerti. “Senyuman apa?”Tanya Jino. “Babo!” Menjitak kepala Jino pelan. “Appo hyung!!”Manja Jino lalu memasang puppy eyesnya. “aiish.. Makanya jangan terlalu bodoh.. hehe, sudah.. kau lihat, senyum itu?”Tanya Kibum.

 

Jino membelakan matanya, lalu melepaskan rangkulan Kibum dan menatap wajah Kibum. Jino menjentikan jarinya. “Senyuman Spesial untuk orang special!”Mereka berdua berkata bersamaan.

 

“Tapi apa mungkin hyung? Joon hyung kan belum lama meninggal.”Jino belum begitu yakin. “Percayalah padaku. Lambat laun Taemin akan merasakannya juga. Aku percaya pada Minnie. Lagipula tidak mungkin ia akan mencintai joon selamanya. Dia kan sudah meninggal.”Ucap Kibum santai. “hyaa! Hyung jangan berbicara seperti itu ah. Jino tidak enak mendengarnya. Kalo hantu joon hyung dengar gimana?! Hiii”Jino bergidik ngeri.

 

Ck. Kibum hanya berdecak dan mengelus kepala dongsaengnya. ‘Baboo~’

 

Lalu mereka tersadar bahwa Taemin ternyata melihat kearah mereka dan sedang melambai kearah mereka. Jino dan Kibum balik melambai. Minho hanya menolehkan kepalanya sedikit, melihat ke2 sosok namja cantik yang sedang melambai ke arah Taemin. Lalu Taemin mengajaknya bicara lagi.

 

–         – – – – – – – – – – – – – – –  – – – –  – – – – – –  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

 

Jinki membalikan badannya ketika melihat Kibum ingin mendekatinya. Ia berjalan dengan cepat agar tidak bertemu dengan Kibum. Namun..

 

GREPP!

 

Kibum memeluk Jinki dari belakang. “Jinki—ahh, bogoshippo!! Kau kenapa menghindariku?”Tanya Kibum. Jinki memejamkan matanya. Ia tidak kuat harus berhadapan dengan orang yang ia cintai selama 5 tahun, sementara orang itu tidak membalas cinta tulusnya. Lebih tepatnya tidak tahu.  “Jebal~ lepaskan aku.. Tidak enak dilihat orang.”Pinta Jinki sambil mencoba melepaskan pelukan kibum. Namun Kibum mempererat pelukannya.

 

“Andwae!! Kau harus memberitahuku, kenapa kau menghindariku jinki! Aku sangat rindu sahabatku ini.” Jinki memejamkan matanya lagi. Membayangkan betapa manisnya jika kalimat tadi diubah menjadi kenapa kau menghindariku jinki! Aku sangat rindu Kekasihku ini* Namun itu hanya ilusi. Mungkin tidak akan pernah nyata. Kibum menyukai orang lain. Dan pasti orang itu juga menyukai seorang diva kampus bukan? Eoh..

 

“A..aku harus pergi, aku ada kelas 5 menit lagi kibum.. tolong lepaskan aku!”Pinta Jinki. Namun, Kibum tidak juga melepas pelukannya. “Arraso.. kita bertemu satu jam lagi, di tempat biasa. Ada sesuatu yang harus aku katakana kepadamu.” Janji Jinki. Kibum tersenyum dan melepaskan pelukannya. “Jinjja? Janji yah..  janji?!”senang Kibum mengacungkan jari kelingkingnya. Jinki terkekeh. “Kau seperti anak kecil.”Canda Jinki. “hehe..”Kibum tertawa kecil. Jinki menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking kibum.

 

–         – – – – — – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

 

`Dikelas Jinki

 

Jinki tidak terlalu memperhatikan sang dosen yang sedang mengoceh di depan ruangan. Jinki menopang kepalnya dengan tangan kirinya dan memainkan ballpointnya.

 

Ia sedang berpikir. Nee~ Jinki membulatkan tekadnya. Ia akan menyatakan perasaanya terhadap kibum. Entah bagaimana reaksi kibum, namun, Jinki tidak perduli. Ia hanya ingin kibum tahu perasaannya. Hey! Bintangnya menyukai orang lain! Jinki menghela napasnya. Ia hanya tidak mau merasakan sakit karena memendam rasa ini.

 

 

 

Jonghyun menatap layar handphonenya bingung. Ia mengacak rambutnya. Ia janji akan memberikan jawaban pada Jino hari ini. Ia sudah memantapkan hatinya. Namun..

 

Inbox

Message from : Kibum

To : Jonghyun

 

Jonghyun hyung.. ehmm, aku tidak tahu sejak kapan.. tapi aku menyukaimu.. mungkin mencintaimu hyung. Hehe, really really likes you J maukah kau menjadi namjachinguku.. hehe,❤ Love Kibum ^^

Jonghyun dihapit 2 pilihan antara Diva kampus yang sangat terkenal itu atau Jino, Yeoja manis berhati lembut.

 

Jonghyun mendekati temannya Kyuhyun. “Ya! Evil, berikan pendapat mu tentang Kibum.

 

Kyu berpikir sejenak.

“Hmm.. Diva aneh itu? Dia cerewet.. cerewettt sekali! Dan uhmm.. agresif. Haha!”Kyuhyun terkekeh. “hya! Dasar evil.”Menjitak kepala Kyuhyun. “aww! Lagipula wae? Ada apa dengan diva cerewet itu?” Jonghyun hanya menggeleng dan membuang napas beratnya. “Kalau menurutmu tentang Jino?”Tanya Jonghyun lagi.

 

Kyuhyun mengangkat bahu. “Molla, kalau dia itu manis, dan eumm.. manja, walaupun tidak semanja Sungmin. Haha, tapi jino itu menurutku manis, lebih manis dari pada Kibum. Aisshh!! Molla deh, lagi pula kenapa sih?”Gemas Kyu. “Aniyaa~~ hanya saja, yah kedua namja cantik itu menyatakan perasaannya padaku. Aku bingung sendiri kyu!!!!”Jonghyun mengacak rambutnya.

 

Kyu berdecak. “itu mah masalah gampang! Kau hanya pilih diantara mereka mana yang paling menyukaimu. Eh, Ani! Mencintaimu.. kau lihat ketulusan mereka. Hati mereka, Kau juga lihat hatimu. jangan sampai kau salah pilih.. berbahaya!”Jelas Kyu.

 

Jonghyun tersenyum. “aaiigooo~~~ terima kasih kyuuuu!!!”Jonghyun mencubit pipi kyu. “Nee nee.. sudah sana. Aku sedang main game. ;P”Usir Kyu. “Arraaa!!”Jonghyun segera berlari keluar kelas.

 

““

 

Jonghyun tersenyum melihat jino yang sedang berjalan sendiri di koridor kampus. “Jino-aahh!!”Panggil Jonghyun. Jino menoleh dan tersenyum melihat Jonghyun berlari kearahnya.

 

“Ne hyung?”Tanya Jino. “Jino-ahh.. eumm.., aku ingin bertanya padamu. Apa perkataanmu saat `tidak apa menganggapku hanya adik` itu benar?”Tanya Jonghyun.

 

DEG!

Kenapa Perasaan Jino berubah menjadi tidak enak. Jino memegang dadanya, mengangguk pelan.

 

“Dan kau tahu berperilaku baik terhadap kakak bagaimana?”Tanya Jonghyun lagi. Jino mengangguk. “aahh~ kalau begitu..”Jonghyun menggenggam ke dua tangan Jino. “Mianhe, aku hanya menganggapmu sebagai adik.. Aku memilih orang lain. Namja lain, tidak apa kan?!”

 

DEG!

Jonghyun! Kau adalah makhluk terbodoh  dan terjahat yang pernah Jino temui! Dan perkataannya sukses membuat Jino hancur. “Gwencana..hhhhh..”Jino menahan air matanya yang akan jatuh. Menahan napasnya yang tercekat. Sesak eoh? Sangat!!

 

“Jeongmal?”tanya Jonghyun. Jino mengangguk. “Hyungg.. boleh aku minta sesuatu padamu..?” Jonghyun menaikan alisnya.

 

“Peluk aku..”Jino menundukan kepalanya. “Kumohon hyungg.. peluk aku, rasakan aku bukan sebagai adikmu. Tapi kekasihmu hyung.. kumohon sekali saja. Pertama dan terakhir. Kau kan tidak memilihku. Aku hanya ingin merasakan dirimu sekali saja. Jeball hyungg..” Jino terisak, air matanya kini keluar satu per satu. Jonghyun membelakakan matanya.

 

“Jino—ahh, kau bilang tidak apa. Uljima.. Aku akan tetap dekat dengan mu.. aku janji.. tapi jangan menangis.”panik Jonghyun sambil menyeka air mata Jino. “Hyung! Aku tidak apa, aku hanya minta kau memelukku. Bukan menyeka air mataku.. Rasakan aku sebagai kekasihmu sekali saja! Hyungg..  jeballl~” mendengar itu, Jonghyun langsung memeluk Jino. “Mianhe..”Mengelus lembut rambut Jino.

 

Jino memukul pelan dada jonghyun. “Kau jahat hyung..”Rutuk Jino dalam hati. Jino mendorong tubuh Jonghyun dan langsung berlari menjauhi Jonghyun. Jonghyun tiba-tiba menjadi kaku.

 

Apa yang dia lakukan terhadap gadis ini.. Ia membuat Jino yang ceria menangis ‘lagi’ .. jahatkah dia dengan pilihannya? Kim Jonghyun! Kau namja bodoh! Bodoh! Tidak punya hati.

 

“Mianhe…..” Lirih Jonghyun.

 

–         – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – — – – – — – – – – – – – – – – – – – – – – –

 

Taemin menarik senyumnya melihat minho duduk di taman belakang kampus. Sepi, rindang dan nyaman. Taemin memang sengaja datang ke tempat ini, Ia tidak melihat Minho di area kampus. Dan juga tidak mendengar berita Minho akan lompat lagi.

 

Taemin pun memutuskan untuk melihat ke taman belakang dan ia benar! Minho berada disana.

karena ia tahu Minho selalu bersama ibunya disini. Menyantap makan siang bersama dengan penuh kehangatan. Taemin beberapa kali melihat adegan hangat itu.

 

Pluk!

Tepat sasaran! Melempar gumpalan kertas kecil ke kepala minho. Membuyarkan lamunan Minho. Minho mengelus kepalanya sambil menoleh ke arah taemin. Menatap taemin dengan tatapan mautnya. “Apa hobimu bengong di tempat sepi seperti ini? Menyeramkan..”Sindir taemin sambil mendekati Minho. “Aku tidak akan bunuh diri, pergi kau!”

 

“Arra.. hey.. jangan berperilaku sedingin itu terhadapku. Bagaimana pun, aku yang selalu ada ‘disana’ saat kau akan mati!” Minho tetap tidak menghiraukannya.

 

“yaa! Kau seharusnya tidak sendirian disini. Di luar sana banyak orang yang ingin berteman denganmu, kau tahu!”Sahut Taemin. Minho menghela napasnya. Tatapan Matanya yang tajam berubah menjadi sendu. “Apa harus?? Aku tidak butuh teman. Aku hanya butuh ibuku.” Anak manja eumm?

 

Taemin duduk di samping minho. “hey! Manusia tidak selamanya hidup kan? Kau harus sadar itu. Ibu mu di atas sana juga pasti bahagia minho-ssi. Aku yakin. Namun, ia akan sedih jika melihatmu dengan keadaan mengerikan seperti ini tiap hari. Mencoba bunuh diri, melamun.. tidak punya semangat hidup. Mrs. Heechul akan sedih diatas sana minho.. Jika kau sayang padanya, jangan membuatnya sedih. Minho-ssi.” Jelas Taemin sambil tersenyum.

 

Minho tersentuh dengan perkataan Taemin. Dia ada benarnya Minho! Kau harus sadar.

 

“Aku juga kehilangan seseorang yang sangat aku cintai. Tapi aku yakin ia akan bahagia disana melihatku bahagia disni. Tidak sedih dan gila dengan kepergiannya. Kau mengerti?”Taemin menatap Minho.

 

Sungguh, Taemin benar. Namja cantik ini benar. Kenapa ia begitu bodoh membiarkan ibunya sedih disana. Minho bersumpah akan mengutuk dirinya sendiri jika ia berani berpikiran gila lagi.

 

“yaaa! Minho-ssi… Kita bermain. Kajja!” Taemin tersenyum lalu menarik paksa tangan Minho.

 

Hey.. hobi baru eumm? Menarik paksa Minho? Hehe (^.^)

 

 

“Hyaa!!! Kibum-aa!! Lepaskan!”Kaget Jinki saat matanya ditutup dengan ke2 tangan  kibum. ‘ck, kenapa kau tahu itu aku!” Decak kibum seraya menggembungkan pipinya lucu. Jinki terkekeh, “Hey, aku sahabatmu! Aku tahu semua tentangmu! Sifatmu! Sikapmu! Pikiranmu! Bahkan hatimu! Haha.” Key mengernyitkan alisnya. “jinjjaa?!” Jinki mengangguk. “kalau begitu, sekarang apa yang ku pikirkan?”tanya kibum.

 

Jinki tersenyum memandang kibum. “Aku!” celetuknya lalu tertawa kencang. “Hyaa! Kenapa kau tahu!” Jinki hanya terkekeh. “Sudah kubilang aku tau!”Jinki mengelus kepala kibum sayang. “Jinki-aa! Aku ingin mengatakan sesuatu padamu!”Semangat kibum. Jinki tersenyum. “apa?”Tanya jinki tenang berlawanan dengan kibum yang sangat bersemangat.

 

“Jonghyun hyung! Dia menerimaku! Kami berpacaran sekarang jinki!! Kyaa!”Histeris kibum kegirangan sambil memegang kepalanya yang tidak pusing.

 

DEG!

 

Jinki tahu bahwa kibum akan mengatakan sesuatu tentang Jonghyun. Dari wajahnya yang berseri Jinki sudah tau bahwa ia terlihat bahagia. Mengatakan sesuatu yang akan menghancurkan hati Jinki.

Jinki menghela nafasnya, ia tersenyum. Berusaha tersenyum. Itu yang ia hanya bisa lakukan. “Chukae!”Singkat Jinki. Kibum menatap Jinki aneh. “Hya! Kau kenapa tidak senang?”Jinki memalingkan wajahnya. “Aku senang, aku turut senang.”Jinki lagi-lagi memaksa bibirnya untuk menciptakan senyuman manis, namun gagal. Hanya senyuman hambar yang terulas di bibir namja chubby itu.

 

‘baiklah, sekarang kau!”Kibum siap-siap mendengarkan Jinki. Jinki mengangkat alisnya “Aku apa?”Bingung jinki. “Aishh, kau tadi bilang ingin mengatakan sesuatu kepadaku. Katakanlah sekarang..”Kibum tersenyum manis. Aigooo~ Jinki sangat suka senyuman itu.

 

“Ahh, itu.. tidak jadi..”Jinki menepuk keningnya. Kibum berdecak. O.O “Gomawo Jinki-aah, eh.. Jinki hyunggiee! Kau yang terbaik.”Kibum memeluk erat tubuh namja tampan nan chubby itu. Jinki membalas pelukannya. Mungkin pelukan ini tidak akan ia dapatkan lagi. Jinki berpikir ia akan jarang bertemu dengan kibum. Kau tahu, sepasang kekasih baru pasti akan banyak meluangkan waktu bersama mereka. Dan melupakan segala-galanya, termasuk ia bukan?

 

Chakkaman! Jinki tidak jadi menyatakan perasaanya? Kenapa ia begitu bodoh! Baboo Jinki! Terlanjur sakit hati kann -___-“

 

 

“Minho-sshi, boleh aku memanggilmu hyung? Biar lebih akrab gitu.. hehe.”Taemin tersenyum lebar, memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi. Minho mengangguk pasrah. “baiklah, hyung bagaimana? Apa merasa baikan seharian bermain?”Taemin duduk dibangku taman bermain bersama Minho. Terlihat lelah namun bahagia eum..?

 

“Kau.. kenapa kau mau menolongku? Kau seharusnya membiarkan ku pergi menyusul ibuku Taemin! Aku rindu ibuku..”Wajah Minho terlihat pucat. Hey! Minho kambuh lagi!

 

Taemin tersenyum dan mengangkat bahunya. “molla, aku juga tidak tahu kenapa aku mau susah-susah menolongmu yahh.. hhhhh..” Minho melirik taemin. Taemin meniup poninya yang menutupi seperempat wajahnya..

 

Minho sedikit menarik senyumnya, yeppo.. kenapa namja ini terlihat begitu cantik. Dan kenapa aku baru menyadarinya.. Rambut blondenya membuat wajah cantik ini semakin terlihat sempurna. Begitu juga mata birunya, hidung mancung, kulit putih susunya dan bibir tipisnya yang eumm…  tergoda eoh?

 

“Wae? Kenapa menatapku begitu?!”Taemin terkekeh mengetahui Minho memperhatikannya, pandangan Taemin tetap lurus kedepan.. Minho memalingkan wajahnya. Wajahnya memerah. Aishh~ dia malu.. “Ani, hanya saja kau terlihat…..” “cantik?”Ucapan Minho terputus saat Taemin memotongnya.

 

“ck.. Kenapa begitu percaya diri eum…”Minho menyilangkan tangannya di depan dadanya. “Banyak yang bilang begitu hyung..”  Taemin tersenyum. Taemin berbalik ke kiri menghadap minho. Ia lalu memutar bahu Minho hingga mereka kini berhadapan.

 

“waeyo?”Minho bingung. Jantungnya berdegup kencang. Wajahnya yang memerah ia alihkan, tidak mau melihat Taemin yang berada sangat dekat dengannya. Mulai menyukai Taemin uumm..?

 

Taemin menggeleng. “Lihat aku hyung!’Menangkup pipi Minho dengan ke2 tangannya, memaksa Minho menatapnya. “Ani, aku hanya ingin melihat wajahmu.. Kenapa namja tampan sepertimu sampai saat ini belum juga punya kekasih. Dan hanya mengekori ibumuu saja.” Minho membelakakan matanya.

 

“Errhmm.. Aku tidak punya pikiran untuk memiliki kekasih.”Minho berdeham, melepaskan tangan Taemin dan membuang mukanya yang memerah karena ditatap dalam oleh namja cantik itu. Taemin terkekeh.

 

“Hey! Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi.. kenapa kau selalu ada saat aku akan bunuh diri? Kenapa kau yang menolongku?!”cecar minho. Taemin tersenyum. Aigooo~❤ senyumnyaa membuat hati minho yang dingin itu mulai mencair.

 

“Jika ku balik bertanya. Kenapa kau selalu mau aku tolong. Kau selalu menuruti aku tuan choi. Kenapa kau tidak memberontak dan langsung lompat saja dari rooftop kampus?”

 

Gotcha!

 

Benar juga pertanyaan taemin. Perlahan Minho mulai tersenyum. Tampan! Hey, itu senyuman pertama yang terukir dari bibir namja tampan ini semenjak kematian ibunya. Dan itu di berikan untuk Taemin! Seorang LEE TAEMIN!

 

Taemin ikut tersenyum. Wait~ kenapa jantungnya jadi berdebar kencang. Taemin menundukan kepalanya malu. Senyuman Minho sungguh manis. ~~ pikirnya.

 

“Kau curang, kau jawab duluan, baru aku jawab tae..”  Taemin tidak mengangkat kepalanya. “Baiklah, tapi kau harus janji dulu. Aku jawab duluan, dan kau berjanji tidak akan melakukan hal bodoh lagi. yaksok!”Taemin mengangkat jari kelingkingnya. Minho mengangguk dan menautkan kelingkingnya dengan kelingking Taemin.

 

Hhh……. Taemin menghela nafasnya. Kurasa ia harus jujur. “Molla, Aa..ku hanya tidak mau kau mati..” Minho terdiam. “Dan belakangan ini aku merasa nyaman saja dekat denganmu hyung..” Setelah taemin mengatakannya Minho memeluk erat Taemin. Taemin membelakakan matanya terkejut, namun tidak menolak.. Hey! Apa ia melupakan Joon.. secepat itukah? Anii~. Namun, dia akui ia memang merasa nyaman berada di dekat minho.

 

Tanpa melepas pelukannya. “Kau hangat Taemin. Kau orang yang membuatku hangat dan dapat mengurungkan niat ku untuk mati.”Minho menatap Taemin dalam. Taemin tersenyum.

 

Minho melepas pelukannya beberapa menit kemudian. Perlahan Minho mendekatkan wajahnya ke wajah Taemin. Menghapus jarak diantara keduanya. Bibir tebal minho kini mulai menempel di bibir tipis Taemin. Manis.. itu yang di rasakan Minho

 

Taemin tidak bergeming. 5 detik kemudian, Minho merasa pipinya basah. Taemin menangis.

 

Taemin tersadar apa yang sedang ia lakukan. Tak terasa air matanya jatuh. Ia takut, ia takut Lee Joonnya akan marah disana. Sontak taemin mendorong tubuh Minho menjauh. “Mm..mian.. hyung, aku harus pergi.” Taemin menutup mulutnya dengan punggung tangannya dan berlari meninggalkan Minho yang terdiam. Bingung.

 

“taeminn—aa…. Mian….”Bisik minho.

 

Lee joon hyung.. mian, jangan marah padaku.. jangan TT^TT ~ umpat Taemin seraya berlari.

 

TBC~~

Arrghhhh gue ga tau ngetik apaan ini -___-‘

Alurnya kesono-kemari ga jelas (-..-*)

Mohon map untuk onkey ship

Bahwa ini tidak sesuai dengan harapan anda (-.-)v

Haha..

Sekali lagi, commentnya tolong

Bimbing gue ke jalan yang benar dengan comment kalian xD

10 responses to “[SHINEE] OUR LOVE STORY – PART 2 OF ? YAOI

  1. Mksdna ini bkl jongkey?? Jinja?? Klo gt aq baca yg ada 2min nya aja *dibunuh JKS* ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
    2org patah hati lgsg.. Skrg 2min jg punya mslh pdhl usah sama” suka..

    Aaaaa chingu, onkey dunk onkey.. Jongno dunk jongno.. Ga tega ama jino n onew.. 2min jg kyana ga lgsg mulus.. Chinguuuuu, jeballll.. *puppy eyes*

  2. Kalo ini bakal jadi jongkey aku baca yg 2min aja #peluk2min #digeplakjks
    Jinjaaaaaa!!! Kasian onew sama jino TT^TT
    KEY JAHAT!!!!!!

  3. wahhhh….. taemin…. lupain aja si joon.. nikmatin aja tu bibirnya si menong *ditampol hantu joon*
    tapi taem mah emang the best, masih inget aja ama yang udah meninggal *dicekek hantu joon*

  4. eciyee bang minho,,, main cipok aja anak orang… yahaha… tapi gw demen.. 8DDD

    wuih! itu jjong sama key knpe bgtu??
    kasian bgt itu onew sama jino.. ckckckckc…..

  5. Wahh.. Kasian onew jino T..T kenapa key begitu jahat
    Aigo! Aku baru baca nih..
    Mau lanjut dulu ya author
    #buru”nextpart

  6. huaaaaaaa T^T
    kesian bgt onew sama jino.. 2 orang tersakiti~
    onew dibuat terbuka aja sama key thor.. Biar key putus sama jong. Terus jong sama jino deh. Happy ending deh.
    Hehehe, kalo gini mah terserah gue bgt ya thor #plakk #readerbacot
    keep writing thor:)
    ditunggu lanjutannya~

  7. Hua… Hua… Hua…
    #histeris/plakk
    Itu jino+onew kasihan bgt,,
    onew, klo key gak mau, aku mau kok jd pacarmu?? #dikeroyok mvp.
    Taem, sama minho aja gih,, joon ikhlas kok..
    #sok tau/palkk
    Hehe,, seru bgt, suka deh peran’a taem d’sini,,
    Daebak author’a..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s