[SHINEE] OUR LOVE STORY – PART 3 OF ? YAOI

Tittle : Our Love Story

Genre : Yaoi, Romance

Author : Sparkling2min

Part : 3 of ?

Summary :

Cast   ; Taemin      aka     Lee Taemin

          Minho                   aka     Choi Minho

          Jonghyun    aka     Kim Jonghyun

          Onew           aka     Lee Jinki

          Key             aka     Kim kibum

          Jino

          Others

Annyeong all readers ^^

Jreenggg.. saya kembali dengan ff ini

Nggak lama kan?

Iyalah, orang gue ngetiknya ngebut

So, jangan protes kalo ga nyambung atau gaje atau salah typo

Demi kebaikan bersama loh.. ;____;

 

Readers yang cantik dan ganteengg

Tolong di comment ya ^^

Gue butuh comment kalian

Terutama Silent Readerss -__-

Jeballl, Gue ngeliat statistik ga sedikit yang ngunjungin wp ini

Tapi yang comment Cuma 2-6 orang doang

Comment kalian berharga banget buat gue loh

Rasanya gue termotivasi gitu kalo kalian pada comment

Hehe *lebeeyy*

 

Oyaaw, disini gue sengaja buat 2min tentram

Gak kayak onkey atau jongno -__- *dicekik onkey Jongno ship* ekk

Hehe, abis gue miris kalo ada yang ganggu 2min u,u

Oke! Cukup curhatnya kita lanjut ke TKP

Yuuu mari ^^

 

 

Jonghyun menekan pedal gas mobilnya, berusaha untuk tetap konsentrasi pada jalan. Sementara di sebelahnya ada namjachingu barunya sang Diva kampus “KIM KIBUM”.

 

Kibum melirik kea rah Jonghyun. Aaa—kyeopta! Jeongmal. Tanpa sadar Kibum menarik senyumnya yang lebar. “Aku memang sangat tampan kan chagi?!” BLUSH! Wajah Kibum merona. Jonghyun terkekeh. “eumm.. hyung, kita mau kemana?” Tanya Kibum mengalihkan perhatian. “Makan, perutku lapar chagi. Hehe..”Jonghyun mengelus perutnya. #ini gue bikinnya pas perut krunyukk” karna puasa# (o.o) #abaikan

 

Kibum hanya mengangguk dan mulutnya membentuk huruf o lebar. Jonghyun mengelus kepala kibum.

 

Namun, sebenarnya di lubuk hatinya ia merasa janggal. Ia tidak mengerti kenapa.. Kenapa sepertinya hatinya tidak disini bersamanya. Jonghyun merasa aneh.  Pikirannya melayang

 

 

Taemin berjalan pulang dengan sendu. Matanya sembab karena menangis tadi.

 

Sesampainya di depan pagar rumahnya, Taemin melihat ke arah rumah Jino. Taemin mengerutkan keningnya. “itu kan Jino hyung?” melihat sosok Jino yang sedang berdiri di depan pagarnya. Tak kurung masuk ke rumahnya. Ia hanya diam seperti patung di depan pintu pagar rumahnya.

 

Taemin mendekati Jino. “Jino hyung?”Panggil Taemin pelan. Jino menolehkan kepalanya kea rah taemin. Ia tersenyum hambar. “Taemin~ahh..”Panggil Jino lembut. “Hyung kenapa tidak masuk?”Tanya Taemin. Jino menggeleng lemah. “Gwencana… aku sedang tidak mau pulang.”Jino mengangkat bahunya. “kalau begitu kerumah ku saja hyung.. aku masakan ramen.”Taemin menarik tangan Jino. Jino tersenyum. “yaa,, jangan tarik.. appo minnieee..”Gemas Jino. Memang dongsaeng kesayangannya ini bagai matahari yang selalu mencerahkan seorang Jino yang sedang terpuruk.

 

“dirumah taemin

 

“Key hyung dimana Minnie?”Tanya Jino sambil minum coke yang disediakan taemin. “tadi sih katanya mau kencan dengan namjachingunya?” Tiba-tiba

 

BYUUUUUR!

 

Jino tidak sengaja menyemburkan coke yang ada di mulutnya karena kaget mendengar ucapan Taemin. “MWOO! Namjachingu?”Jino tak percaya. Taemin kaget. “Hyaa!! Hyung. Jorok sekali kau! Aissh..”Gerutu taemin. “yaa! Yaa! Namjachingu katamu? Sejak kapan Kibum hyung punya namaja chingu?”Jino mengelap coke yang berantakan di meja makan taemin dengan tisunya.

 

Taemin mengangguk. “ne~ Kibum hyung baru jadian dengan namja itu.”Jelas Taemin. Jino tidak mengerti. “Nugu? Jinki hyungkah?? Bagus sekali kalau begitu.” Batin Jino sambil tersenyum. “Hyung!! Kenapa senyum sendiri begitu! Seram aku melihatnya.”Taemin mendudukan dirinya di kursi depan Jino. “Minnie, siapa namja chingunya?”Tanya Jino penasaran. Taemin mengangkat bahu lalu menopang kepalanya di atas meja menggunakan kedua tangannya, sehingga wajahnya lebih rendah dari Jino.

 

“Molla hyungg.. aku belum kenalan, tapi kudengar dia teman kyuhyun sunbaenim.” Jino makin penasaran. Ternyata bukan Jinki hyung. -__- Karena setahunya Jinki dan Kyuhyun tidak terlalu dekat. Satu kelas saja tidak.

 

“taemin~aa.. kau kenapa? Matamu sembab. Kau menagis lagi eoh?? Aisshh~ sudah kubilang jangan menangisi Joon lagi minnie..”Oceh Jino yang baru sadar mata taemin yang sembab. Ia menyentuh pipi Taemin memeriksa mata bening taemin yang agak merah.

 

“Ani hyungg.. aku tidak menangisi joon hyung.” Taemin menyingkirkan tangan jino dari pipinya. Jino berdecak. “Bohong.”Singkat Jino. “Aniyaa.. kenapa harus berbohong kepadamu.”

 

“terus karena apa?”Tanya Jino memajukan dagunya. Taemin menenggelamkan wajahnya di lipatan ke2 tangannya diatas meja. “Aisshh, ceritakan padaku minniee.. kan aku sahabat mu juga.” Jino merajuk. Taemin mengangkat kepalanya. “Aku malu hyungg..” Jino berdecak gemas. “Aigoo~ jangan malu, cepat ceritakan.” Lalu taemin pun mulai membuka mulutnya.

 

“Hyung.. Minho tadi mencium ku.. dia bilang dia hangat dekat dengan ku. Aku juga sepertinya nyaman dekat dengannya hyung. Huuhh.. Aku tidak mengerti aku kenapa.”Taemin menceritakannya dengan malu-malu. “Jinjja-yoo??” Jino menjentikan jarinya. “Berarti benar kata kibum hyung.. hehe, kau itu suka pada Minho taeminniee.. Chukae! Kau telah melupakan joon itu.”Mencubit gemas pipi dongsaeng kesayangannya.

 

Taemin mengerucutkan bibirnya. “Ani hyungg.. aku masih mencintai Joon hyung.”

 

“Minnie, kau tidak akan selamanya mencintai Lee Joon. Ia sudah tiada Minnie, kau juga harus membuatnya tenang dengan mencari penggantinya. Dan aku yakin Minho penggantinya. Di lihat dari perkataan mu tadi, itu pertanda bahwa Minho menyukaimu. Seseorang akan merasa nyaman jika barada di sisi orang ia suka atau ia cintai Minnie. Apa kau merasa begitu juga kepada Minho?” Taemin mengangguk.

 

“Sekarang lupakanlah Joon hyungmu itu. aku yakin dia disana juga akan tenang melihatmu bersama dengan penggantinya yang baik sepertinya, yaa.. walau agak gila.”Jino berdecak mengingat tingkah minho yang selalu ingin bunuh diri.

 

Taemin berteriak. “Hyaa hyungg! Jika aku begitu aku berarti akan jahat sama Joon hyung! Dia sudah sangat mencintai ku! Aku tidak yakin dia akan rela aku bersama orang lain hyung!! Dan jangan berkata lagi bahwa aku menyukai Minho! Aku tidak menyukainya hyung!! Aku benci hyung berkata seperti itu. Aku akan tetap mencintai Lee Joon ku! Arrasoo?!!”

 

Jino kaget bukan main ketika Taemin berteriak di depannya. “Hyaa!! Jangan berteriak seperti itu di depan ku! Tidak sopan! Jika kau tidak percaya terserah. Aku mengatakannya Ini demi kebaikan mu Taemin! Kau harus melupakan Lee Joon mu yang sudah mati itu!” Jino balik berteriak. Lalu keluar rumah Taemin. Ia kesal bukan main karena Taemin berteriak di depannya yang jelas-jelas ia berkata benar dan baik untuk taemin. *sabarr Jinoo sabarr*

 

Jino mengacak rambutnya saat ia hendak masuk ke rumahnya. Menoleh ke arah rumah taemin. “Aissh! Kau membuatku `tambah’ frustasi Taemin. Lihat nanti saja! Aku bersumpah Kau akan bersama Minho nantinya.” Jino menyunggingkan evil smilenya lalu masuk.

 

 

“Hassshhhhh!!!!”Taemin mengacak rambut blondenya frustasi. Ia sebal dengan Jino. Terutama dengan perkataan Jino tadi. “Kau harus melupakan Lee Joon mu yang sudah mati itu!” Kalimat itu terngiang sekali lagi di telinga taemin.

 

Taemin menghela nafasnya, tetap percaya ia akan tetap mencintai Joon sampai kapan pun. Namun ia manusia yang haus cinta bukan?

 

 

Minho merebahkan tubuhnya ke kasur. Entah kenapa ia merasa bodoh hari ini.

 

Minho menyentuh bibirnya yang tadi telah singgah di bibir Taemin. Masih terasa manis. Minho tersenyum. “Gomawo~ Taemin.. kau telah menyadarkan ku…” Ia mendudukan badannya di sisi ranjang dan meraih frame foto ibunya. “umma.. Apa kau bahagia disana, Mianhe.. aku pasti membuat mu khawatir kan? Mianhe umma.. aku janji aku tidak akan berbuat bodoh lagi.. Saranghae.. ~chuu” Diakhiri dengan kecupan lembut di atas frame itu.

 

“Umma, bagaimana menurutmu dengan taemin? Apa dia cantik? Hehe.. aku sepertinya menyukainya umma.. dia itu selalu ada di saat aku akan melakukan hal bodoh. Dia penolong ku umma. Otte? Aku menyukainya boleh?” Minho terkekeh kecil, lalu menyimpan frame itu di atas meja kecil disamping kasurnya lagi. Ia menarik nafasnya.

 

“Lee Taemin.. kau harus menyukai ku.. akan ku buat kau menyukai ku.” Senyuman berkembang di bibir tebal minho.

 

 

Jinki duduk sendiri di taman kota tempat biasa ia dan Kibum menghabiskan waktu bersama. Beberapa kali ia menghela nafasnya berat. Ia rindu.. rindu kibum. Namja itu sudah memiliki orang lain, namja itu menyukai orang lain. Bodoh! Jinki sungguh bodoh.. Ia harus mundur.

 

Merelakan cintanya untuk orang lain. Tidak cepat bertindak. Ia mengutuk dirinya sendiri. “Kibum-aa, saranghae.. kau mendengarku? Saranghae..”

 

 

 

Jino membuka tirai jendelanya. Ia melihat ke pintu depan rumah kibum. Ada sebuah mobil hitam baru berhenti disana. “Aigoo~ itu pasti hyung dengan namjachingunya.. Kira-kira siapa ya? Apa aku mengenalnya.” Jino iseng mengintip. Jino makin memfokuskan pandangannya. Gelap memang di jalan. Waktu sudah menunjukan jam 8 malam.

 

Seorang namja keluar dari mobilnya. Tubuhnya tidak terlalu tinggi tapi tegap dan kekar. Rambutnya berwarna coklat. Wait!! Jino terkejut melihat namja yang sedang membukakan pintu mobil untuk sang diva kampus tersebut. Lebih tepatnya sahabat  Jino juga. “Kibum”

 

Jino membelakakan matanya dan menutup mulutnya yang susah untuk mengatup. “Omona! Jonghyun hyung….”Lirihnya. Matanya memerah.

 

TES!

Air mata Jino jatuh tanpa seizin pemiliknya. (-.-) ia tidak menyangka bahwa orang yang dicintainya memilih namja lain yang ternyata adalah sahabatnya sendiri. Jino menutup tirai jendelanya ketika ia akan melihat adegan lembut `ani` panas bagi Jino di luar. *tau kan* kisseu.

 

Jino memukul dadanya yang terasa sakit didalam. “Hyungg.. kenapa kau tega..”Isaknya. “aku memang tidak pantas untukmu hyungg.. tapi kau kenapa malah memilih sahabat ku.. jelas kau akan menambah sakit lagi di hatiku hyungg.. nappeun!!”Tangisannya semakin menjadi. Jino segera berlari ke kasur dan menyembunyikan wajahnya yang merah padam di batal putih besarnya. “kkyyaaaaaaaaaaaaa!!!”Teriak jino frustasi di dalam bantalnya.

 

Kali ini dia bingung. Sebelumnya ia ingin curhat sama Kibum. Namun, mengetahui namjachingu kibum adalah Jonghyun. Ia mengurungkan niatnya. Entahlah.. namun, ia merasa tidak ingin bertemu kibum atau pun jonghyun. Sakitt.. ia merasa sakit dihatinya.. dan bahkan rasa sakit itu akan bertambah jika ia bertemu dengan kedua insan tersebut.

 

 

 

Minho mengembangkan senyumnya, melihat namja cantik berambut blonde itu berjalan di koridor kampus. Namja cantik itu terlihat manis memakai Tshirt hijau cerah dan dirangkap kemeja tipis yang sewarna.

 

“Taemin-aah..” sapa Minho. Namun Taemin hanya tersenyum singkat dan berjalan lagi. Kali ini ia mempercepat langkahnya karena ia tahu Minho mengikutinya. “Taemin-ah! Chakkaman!”Minho juga mempercepat langkahnya.

 

Namun sayang sekali, secepat langkah yang diambil taemin, tetap saja ia akan kalah dan tertangkap oleh namja berbadan atletik itu. “Maaf Minho-sssi, aku sibuk.” Menggerakan tangannya Berusaha melepas cengkraman tangan minho di lengannya. Namun tidak terlalu kuat.

 

“Mianhe… jangan marah, soal kemarin.. aku tidak tahu kau akan tidak suka.” Minho merajuk taemin. “gwencana.. lupakan saja. Tolong lepaskan minho-ssi sunbae tolong..” Taemin mencoba lagi. “ssi? Sunbae? Kemarin kau katanya mau memanggil ku dengan hyung.. kenapa berubah pikiran lagi.” Taemin berhenti menggerakan lengannya lalu menatap minho. “shireo! Aku tidak jadi memanggil mu hyung. Sungguh tidak patut. Minho-ssi sunbae.. kita tidak dekat pula. Lapaskan aku. tolong.”Pinta Taemin dengan bahasa yang formal dan dingin.

 

Minho menyerah, ia melepaskan cengkramannya di lengan taemin. Menatap taemin yang pergi menjauh meninggalkan minho yang terdiam. “Apa begitu membenciku euumm??”Lirih Minho.

 

Let me love you
With all my heart
You are the one for me
You are the light in my soul
Let me hold you
With my arms
I wanna feel love again [2x]
Cause I know
Love is you

You’re the reason why I stay
You’re the one who cannot believe
Our Love will never end
Is it only in my dream?
You’re the one who cannot see this
How could you be so blind?

To be with you is all that I need
Cause with you, my life seems brighter and these are all the things
I wanna say..

I will fly into your arms
And be with you
Till the end of time
Why are you so far away
You know it’s very hard for me
To get myself close to you

Credit: lyrics taken from ten2five

 

 

 

Sore hari menjelang matahari terbenam. Minho pergi menemui Jino yang sedang menulis-nulis tidak jelas di ruang perpus. *( Jino saking frustasinya tuh )* -_____- “Annyeong..”Sapa minho pelan, takut terdengar penjaga perpus. Jino mengangkat kepalanya yang tertunduk. Rambutnya sedikit berantakan. “nee~”Jawabnya singkat. “Kau yang namanya Jino kan? Aku Minho. Choi Minho.” Minho mengulurkan tangannya. “Sudah tau.” Jawab jino Tanpa menjabat tangan Minho.

 

“Kau kenapa? Kau terlihat berantakan.” Minho melihat Jino dan buku-bukunya yang berserakan. “Bukan urusanmu arra?! Mau apa kau? Cepat katakan!” Jino agak berteriak. Beruntung penjaga perpusnya sedang mendengarkan music dengan earphonenya.

 

Minho menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Aniyoo~ aku hanya ingin bertanya.. begini, kau kan teman Lee Taemin. Apa kau tau dimana dia sekarang? Minimal beritahu aku rumahnya Jino-ssi.” Jino memutar bola matanya. “Tidak tahu! Aku tidak tahu bocah itu ada dimana. Sekarang pergi kau!” Bentak Jino. Minho menatap Jino sinis. “Yaa! Teman macam apa kau ini? Tidak tahu dimana temannya berada!”Sindir minho sambil merong cepat.

 

Jino mendelik. “Yash! Kau tidak ada urusan yaa.. Aku sedang bertengkar dengannya! Dan itu karena kau tahu! Jangan ungkit-ungkit dia lagi! Sudah jangan ganggu aku!” Kali ini Jino meledak. Minho terkejut. Ia memegang dadanya yang hampir copot. “yashh! Kenapa kau jadi meledak begitu. Baiklah.. annyeong Jino-ssi.” Minho membungkukan badanya dalam. Lalu pergi.

 

 

“Annyeong Jino….”Suara seorang namja yang Jino kenal. Terdengar lembut dan manis. Jino mengangkat kepalanya agak malas. Ia membulatkan matanya lebar, lalu tersenyum. “aahh.. annyeong..” Jino segera berdiri dan memberi salam kepada namja itu.

 

 

Minho menghentikan langkahnya. Ia lelah harus mendaki bukit yang lumayan tinggi dengan berjalan kaki. Langkahnya terhenti ketika melihat seorang namja canti berpipi tirus sedang duduk memandang matahari senja yang akan tenggelam sebentar lagi.

 

Minho menaikan alisnya. Melihat Taemin sedang tertawa. Yaa, tertawa sendiri disana. Ia mendekati Taemin.

 

Minho mengambil posisi duduk disebelah namja itu. “Annyeong.. Taemin-aah..”Sapa Minho. Taemin tidak bergeming. Tetap tertawa dan kadang-kadang berbicara tak jelas. Minho semakin bingung. Lalu minho meraih kedua bahu Taemin dan memaksanya menghadap ke arah minho. “Taemin-aahh.. sedang apa kau?!”Tatapan Minho berubah menjadi serius. Taemin melepas genggaman Minho. Lalu membalikan posisi ke semula saat ia tertawa sendiri. Yaa sendiri..

 

Kali ini, tubuh Taemin bergetar hebat. Ia mulai panik. “Hyuungg.. Joon hyunggg.. dimana kauuu hyungg.. Joon Hyunggg.. jangan pergii hyunggg……..” Taemin berdiri dan mulai berteria frustasi sembari mengacak rambut blondenya hingga sedikit berantakan. Minho ikut bangkit. ‘Joon hyung? Nugu? Tapi dia sendiri disini.” Batinnya.  “Taemin—aahh.. taemin—aahh, siapa yang kau cari. Tidak ada yang namanya Joon hyung mu disini dari tadi.” Taemin berteriak. “Lepaskan!!! Aku mau ke joon hyung ku.. kyaaa!!’ Taemin kembali mencari – cari namja bernama Joon itu. Minho bingung setengah mati. Sedang apa Taemin.. siapa itu Joon hyung?? Ia tidak mengerti.

 

“Arrrggghhhh…..” taemin memberontak ketika bahunya di cengkram kuat tangan Minho. “Lepaskannnn!!!’ Teriaknya. Minho tidak mau kalah. “Taeminn—aaaa, sadarr.. kau kenapa?? Ini aku minho.. Taemin-aahh,.. Taeminn-ahhh.. taeminn-ahh… Kau kenapa?” Minho memeluk erat tubuh Taemin. Tidak lama badan taemin melemas. Sudha tidak bergetar hebat. Lalu ia menangis. “Joon hyung maafkan akuu… hikss.. mianhee.. mianhee… mianheeeee… hiks.. jangan marah padaku… jebal, aku menyukainya hyungg….”Isaknya di dada Minho. Minho mengelus kepala Taemin. Walau ada beribu pertanyaan di otaknya.

 

Setelah merasa tenang, Taemin mengangakat kepalanya. “Minho hyung?”Taemin bingung. Minho tersenyum. “Minho hyungg.. apa yang kau….” Ucapan Taemin terputus saat jari minho menempel di bibir mungil Taemin, menahannya untuk bicara. “Taemin-ahh, miann… jeongmal mianhe…” Minho membenamkan kepalanya di tengkuk taemin. Taemin bingung, namun ia mengelus kepala minho lembut. “Minho hyung, apa yang kau lakukan disini?” tanya Taemin. Minho melepas pelukannya. “saranghaee…”Ucap Minho sambil tersenyum. Taemin terbelakak.

 

‘Hyungg..” Lirih Taemin. Ia meneteskan air matanya. “nado saranghae hyungg…”Balas Taemin.

 

Wait! Nado saranghae? Kalau begitu Taemin mencintainya *minho* juga?

Minho menarik senyumnya. Begitu juga taemin. Lalu Minho memeluk erat taemin lagi. ‘Gomawo..” ucapnya. “Nee hyung.. Mianhe..” Minho melepaskan pelukannya bingung. “Mianhe?”Tanya minho. Taemin terkekeh, “Kau pasti sudah lama disini hyung? Dan pasti tadi aku ngamuk kan? Mianhe, kau haris melihat ku sedrastis tadi. I..itu, masa lalu ku.. kau mengerti kan?” tanya Taemin. Minho yang mulai mengerti mengangguk. ‘Eumm..”

 

Beberapa menit kemudian, mereka berdua sudah duduk di rumput memandang matahari yang akan tenggelam. “Taemin-ah, joon itu siapa?”Tanya Minho. “Kekasih ku. Tapi dia sudah meninggal hyung..”Jelas taemin. Minho hanya mengangguk. “Kau yakin kau mencintai ku? Aku rasa kau masih mencintai joon hyung mu itu. melihat ekspresi mu yang tadi. Hehe”minho terkekeh. Taemin mengerucutkan bibirnya. ‘Kau tidak percaya hyung? Kalau begitu..”

 

CHUUU ~~~❤

 

Taemin mengecup singkat bibir Minho. Minho tidak berkedip, sedangkan Taemin menunduk dan terkekeh kecil. Malu eummm…?

 

“Mungkin aku memang belum sepenuhnya melupakan Joon hyung. Tapi aku akan mencoba. Bagaimana pun aku rindu akan seseorang yang berada disisku. Yang selalu menjagaku. Aku tidak ingin hidup tanpa cinta. Maksud ku aku mencintai orang yang sudah mati. Kan belum tentu orang itu masih mencintaiku apa tidak disana. Jadi aku memutuskan untuk menemukan cinta baru lagi. dan Jino hyung loh yang menyadarkan ku.”Jelas taemin.

 

‘Jino? Oh.. kata dia kau sedang marahan.” Taemin bingung sejenak. Marahan?

 

Aahh~~ ia ingat. ‘hehe, itu salah ku hyung.. dia itu menasehatiku untuk menyukai mu. Tadinya aku menyangkalnya.. tapi aku merasa aku rindu.. rindu bersama minho hyung.. aku merasa aku hanya ingin terus bersama hyung. Sampai akhirnya aku kesini dan meminta izin sama joon hyung. Hehe.” Jelas Taemin lagi.

 

Minho mengangkat alisnya. “kenapa harus disini?” Tanyanya. “Ini tempat favorit joon hyung.”

 

Flashback~~

Flashback

“yaa! Taemin-ahh..”bisik seseorang di luar jendela taemin yang mengakibatkan gangguan pada tidur Taemin.

“Hyungg?”Taemin terduduk dan berusaha mengumpulkan nyawanya

Lalu ia berjalan mendekati jendelanya dan membuka tirai jendelanya perlahan

Takut membuat suara yang akan mengakibatkan seluruh penjuru rumah bangun

“Lee Joon Hyuungg..”Taemin membelakakan matanya dan tersenyum lebar

“sshhh.. jangan sampai membangunkan kakak mu Taesun! Nanti aku bisa dicincang!”Bisiknya dari luar

Taemin mengangguk cepat, lalu membuka jendelanya lebih lebar

“Mau apa hyung? Baru jam 4 pagi.”Taemin menyembulkan kepalanya keluar

Dan huuushh..

“dingin sekali hyungg..”manjanya.

“yaa! Cepat pakai jaketmu! Aku ingin menunjukan sesuatu! Ppali chagi!”

Taemin pun menurut

….

“mau kemana hyung?”Tanya taemin sambil berjalan cepat menuju bukit di dekat rumah taemin.

“Rahasia chagi.. kau ikut saja..”

Taemin mengangkat bahunya dan tetap mengikuti kekasihnya itu melangkah dengan cepat.

….

Kini mereka berdua tengah duduk di rerumputan diatas bukit.

Joon menutup mata Taemin

“Hyungg..????”Taemin bingung

“3….2……1….”

Lalu Joon menarik tangannya dan membiarkan Taemin membuka matanya

“hyuuunggg…..”

Wajah namja cantik itu terharu melihat pemandangan di depan matanya

Sang Matahari muncul dari ufuk timur

Menyambut ke2 sosok pasangan manis itu

Cerah, secerah senyum yang mengembang dari bibir Namja cantik itu

“Matahari itu.. kau tahu? Aku sangat suka melihat matahari terbit. Indah bukan?”

Taemin mengangguk cepat

“Dulu aku pernah berjanji pada diriku sendiri.. euumm.. aku akan membawa orang special kesini.” Ucap Joon malu-malu

Wajah Taemin memerah

Taemin pun tersenyum. Senyuman paling manis darinya yang hanya ia hadiahkan untuk joon.

LEE JOON

Taemin memeluk Joon erat

“Gomawo~~~”Sahut Taemin di pelukannya.

Joon tersenyum

`Sehari setelah kematian joon`

Lee joon datang ke mimpi Taemin

“Minniee, kalau kau rindu padaku, kau hanya perlu pergi ke bukit biasa, aku akan selalu menjadi matahari disana. Tenang saja. Dan jangan bersedih lagi chagi.. jangan menangis.

Aku akan menangis melihatmu menangis sayang.. saranghaeee..”

End Flashback

 

“Chagiya…”Panggil minho pelan. Taemin menoleh lalu terkekeh. “ne~~?’ “euumm… aku akan menjagamu, aku akan selalu bersamamu.. mencintai mu dan selalu aka nada disisi mu.. Kau percaya pada ku bukan?”Tanya Minho. Taemin tersenyum. “asal kau bisa membuktikannya. Chagi…” ke2nya tersenyum. “Saranghae..” Bisik Minho di telinga Taemin yang lalu mencium bibir Taemin lembut.

 

Tangan kanan Minho Membelai pipi taemin, dan tangan kirinya merangkul pinggang amping Taemin. Taemin mendekatkan tubuhnya ke tubuh minho. Memperdalam ciuman mereka. Terdengar kecapan kecil dan lembut dari passionate kiss mereka. “Nado saranghae..” ucap Taemin di sela-sela ciuman hangatnya.

Tidak jauh dari mereka, terlihat sosok namja tegap berbadan kurus yang memandang ke arah mereka. Namja itu menarik senyumnya melihat adegan hangat itu. “Kurasa aku bisa pergi dengan tenang sekarang, taemin…. Berbahagialah dengannya,,, ^^” sahut Namja itu dan akhirnya badan namja itu memudar tertiup angin.

 

Sebuah awal yang bahagia eumm….

What would you do
If my heart
Was torn in two
More than words
To show you feel
That your love
For me is real
What would you say
If I took
Those words away
Then you couldn’t
Make things new
Just by saying
I love you
More than words
More than words
Now that I’ve tried to
Talk to you
And make you understand
All you have to do
Is close your eyes
And just reach out your hands

And touch me
Hold me close
Don’t ever let me go
More than words
Is all I ever needed you to show
Then you wouldn’t
Have to say
That you love me
‘Cause I’d already know

 

Credit : lyrics by extreme more than words ^^

 

 

Gyyahhh.. gerah gue,

Nulis apa iniiii -____-

Ga jelas ga nyambung..

Maaf ya readers, itu udah sifat saya

Melenceng kemana-mana ;;____;;

Comment yaa ditunggu…

Yang udah comment di part sebelumnya makasih banyak

“deep bow”

Hehe..

Tunggu part selanjutnya

Annyeong… ^^

11 responses to “[SHINEE] OUR LOVE STORY – PART 3 OF ? YAOI

  1. Okeh, 2min udah beres.. Tinggal onkey ama jongno nya chinguuuuuuuuuuuu..
    Itu si key udah mulai ngerasa kn klo perasaan dia hampa ama jjong?? Jelas, key itu punya perasaan lbh ke jinki jg.. Huaaaa chinguuuu, kasian jg si jino.. Shrsna jjong jg sadar klo dia lbh baik ama jino..

    Tp ini 2min udah lgsg selesai gt chingu?? Huaa enak bgd si minho dah lgsg bisa dptin tae, ga kya jino ama jinki yg mesti menderita gt.. Yg tabah ya jinki jino.. Lanjuuuutt chingu..

    • Haha, miann.. Abis aku mentok banget sama 2min,😀
      Nggak kok belum selesai, cuma udah menyatu aja 2minnya ^^

  2. AKHIRNYA 2MIN BERSATU JUGA… HOHOHOHO XDDDD

    itu jongkey, bikin gemmes,,, kaga sadar2 atuhh,,,,,,
    putus aje kenapa, trus lari noh ke cintanya masing2…

    LANJUUUUUTTTTTTTTTTTTT………………..!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. ciiieeeee….. 2miiiiiiiiinnnnnnnnn……….. udah berani jujur satu sama lain…kekekeke…

    saya kasian ama si joon.. dia muncul bentar, senyum, ngomong dikit, hbs itu ilang ketiup angin….wkwkwkwk….yah, walau cmn roh doang, tp mending kn abang joon?? dari pd cmn jd bahan omongan, “lee joon yg sdh mati”…mending muncul bentar noh liat si 2min kissue…buahahahaha *ditampol si joon*

    • Haha😀 jinnja.. Bener banget yah, kasian abang lee joon -_- tapi untung aku ga ada pikiran buat hantu joon ganggu adegan passionate 2min xD eeeekk *dicekik joon*

  4. dr cerita ini gue nangkep satu hal penting.
    MENDAPATKAN SESUATU JAUH LEBIH MUDAH DARIPADA MEMPERTAHANKANNYA, APALAGI MELEPASKANNYA.
    Chukkae thor, udah bikin gue sadar sama hal yg satu ini:D

    ayoooo, tinggal jongkey yg harus sadar diri. Kembali kpd pasangan masing2, kekeke.
    Keep writing thor:)
    nextpartnya secepatnya ya:)

  5. haha,, bgian blakang’a happy ending cerita’a,,
    Itu jino,onew,key, ama jjong gmna??

    2min telah bersatu, tinggal onkey & jongno nih yg mnyusul,,
    Dilanjut thor..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s