[SHINEE] OUR LOVE STORY – PART 4 END YOI

Tittle : Our Love Story

Genre : Yaoi, Romance

Author : Sparkling2min

Part : 4 of ?

Summary :

Cast   ; Taemin      aka     Lee Taemin

          Minho                   aka     Choi Minho

          Jonghyun    aka     Kim Jonghyun

          Onew           aka     Lee Jinki

          Key             aka     Kim kibum

          Jino

          Others

 

“Kau baik-baik saja eum??” Tanya Namja tampan itu kepada Jino. Jino menghela nafasnya. Jelas tidak baik. Hatinya yang tidak baik. “Hyungg.. kau sudah taukah?” Jino menatap namja itu khawatir. Namja itu mengangguk. “Biarkan saja. Aku juga sudah tidak perduli.” Bohong namja itu. Ia memaksakan senyumnya. “Hya hyung! Jangan mencoba berbohong padaku. Kau terlalu baik untuk berbohong.” Jino terkekeh. Namja itu hanya menggelng pelan dan terkekeh. “Sudahlah Jino.. jangan di pikirkan lagi eumm.. Itu akan membuat mu sakit hati. Kita! Sakit hati..” Jelas Namja itu.

 

“Molla hyung… Aku hanya terlalu mencintai Jonghyun hyung. Jelas aku sulit untuk melupakannya. Kau juga kan hyung? Kau sama seperti ku.” Namja itu mengangguk. “Jino-ahh.. sudah makan? Aku traktir kau mau?” Namja itu berdiri dan mengulurkan tangannya pada Jino. Jino memandangnya, agak menengakkan kepalanya keatas. “Jinki Hyung, aku sedang tidak napsu makan.” Namja itu berdecak.

 

“Kajja, walaupun tidak napsu, perutmu pasti lapar.. kita makan, lalu bersenang-senang.. arraso? Kajja…” Tanpa ba-bi-bu lagi, Jinki meraih dan menarik tangan Jino. “Gomawo hyung..” Kata jino dengan sangat pelan. Namun bisa didengar oleh Jinki. “Cheonmaneyoo~” Balas Jinki sambil terus menggandeng Jino.

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

 

Taemin menghampiri Kibum yang sedang berjalan berdua bersama Jonghyun. “Kibum hyungg…” Panggil Taemin. Kibum tersenyum lebar. “Aigoo~ minniee…. Hari  ini cerah sekali ne~ apa ada yang ku tak ku ketahui?” Kibum curiga melihat tampang Taemin yang memang hari ini sangat ceria dan berseri-seri. “Aniyoo hyung.. ehmm.. eh? Jonghyun Hyung.. Annyeonghaseo..” Taemin membungkukan badannya menyapa namja chingu kibum itu. Jonghyun membalasnya dengan tersenyum.

 

“DIa namja chingu ku Taemin.” Kibum berbisik pada Taemin. Taemin membulatkan matanya. “ne? namja chingu?” Kibum mengangguk. Taemin menggaruk kepalanya. Ia bingung. Taemin merasa ia pernah mendengar Jino mengumamkan nama Jonghyun dalam tidurnya. Jadi ia berpikir bahwa Jino menyukai Jonghyun sejak ia mendengar igauan Jino. Ia juga pernah melihat diary Jino yang isinya 100% tentang Jonghyun. “Tapi kenapa sekarang ia bersama kibum hyung ya?? Aku bingung.” Batin Taemin.

 

Sejak saat itu Taemin tau bahwa Jino menyukai namja bernama Jonghyun itu. “Omo! Ottoke? Apa Jino hyung sudah tau ya?? Mana aku lagi yang memberi tahu bahwa kibum hyung sudah memiliki namjachingu.. ash.. aku tidak tahu hyungg.. maafkan aku.”Batin Taemin. Wajahnya terlihat resah.

 

 

Flashback

“Tidur disini Taemin. Menginap semalam saja.” Pinta Jino.

“Arraso hyung.. lagi pula sudah malam. Pintu pagar ku juga pasti sudah di kunci penjaga.

Sejam kemudian, Taemin belum juga tertidur. Ia menyibakan selimutnya

“Hashh.. kenapa tidak bisa tidur sih..”

Ia menampar pipinya sendiri gemas

Taemin lalu terduduk dan menyalakan lampu yang berada di atas meja kecil tepat disamping tempat tidur Jino

Ia menoleh ke arah Jino yang sudah terlelap tidur.

Taemin menutup mulutnya menahan tawa

“Hyung, tidur mu sangat buruk. Ck..”

Taemin menggelengkan kepalanya

Taemin mengecek handphonenya

Satu sms dari ummanya

“Chagiya.. kau tidur di tempat Jino kan? Jangan telat bangun.. kasian Jino. Hehe”

Taemin hanya mengerucutkan bibirnya

“Umma.. memang aku bangunnya kesiangan mulu apa? Huhh”

Namja canti itu meletakan Handphonenya di atas meja kecil dekat lampu tadi

Merasa bosan, Ia membuka laci meja tersebut

“Hey.. ini buku diary.. pasti milik Jino hyung..”

Mengambil buku diary berwarna kuning polo situ.

“Aku baca ah.. mumpung Jino hyung lagi bobo. Ckck..”

Taemin terkekeh sendiri.

Ia membuka halaman demi halaman.

“Buku diary apa ini! Isinya hanya namja bernama Jonghyun saja -___-“

Taemin melirik Jino. Menggelengkan kepalanya

Lalu ia membuka halaman yang didalamnya terdapat foto Jino dan seorang namja yang lumayan tampan *masih gantengan menong gue :p*

“Ahh.. mungkin ini namja yang bernama Jonghyun itu.”

Lalu Taemin membaca tulisan Jino di halaman itu

Jonghyun hyung.. aku sangat menyukai mu kau tahu?

Jeongmal. Aku rela menukarkan apa pun milik ku agar aku bisa mendapatkan mu

Kau namja paling baik dan paling tampan yang pernah aku temui

Kau namja yang membuat ku mengenal cinta hyung

Kau cinta pertama ku

Kau tahu?

Jika suatu saat nanti kau tidak bersama ku

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku

Mungkin aku bisa gila hyung

Sekarang saja aku sudah gila oleh mu❤

Hehe

Tuhan, Aku mohon jangan berikan Jonghyun hyung pada siapa pun

Aku bisa mati tuhan..

 

Jonghyun Hyung.. Saranghae❤

 

“Hyunggg.. Jonghy..uunn.. h..y..un..nngg..”

Taemin reflek melompat menjauh dari kasur saat tiba-tiba

Jino mengeluarkan suara dalam tidurnya

“Aigoo~ menngagetkan aku saja.”

Taemin mengelus dadanya. Ia memandang Jino.

“Kau benar-benar menyukai namja ini kah hyung? Sampai-sampai mengigau gitu. Ck.”

Taemin berdecak.

End Flashback

 

“Taemin-aaahh.. kau kenapa bengong?” Taemin kaget saat Kibum menyadarkan Taemin dari lamunannya. “Ahhh.. hyung.. aniyoo.. di..dimana Jino hyung? Aku ingin bertemu dengannya. Ne~ Taemin ingin minta maaf karena telah membentak Jino dan tidak mempercayainya. Sekaligus ia ingin bertanya tentang namja bernama Jonghyun yang kini bersanding dengan diva kampus. Temannya sendiri. ~Pasti Jino hyung sangat sedih, jika tahu~

 

“Molla, aku belum melihatnya hari ini.” Sahut Kibum. DEG! Tiba-tiba hati Jonghyun tersontak mendengar nama JINO. Memang sejak saat bersama Kibum, Jonghyun agak sedikit sensitf mendengar nama JINO.

 

“Ahh.. itu Jinn……” Ucapan Kibum Terhenti melihat Jino sedang tertawa sambil menggenggam tanga seseorang. Seseorang yang dulu dekat dengannya. Jinki. Mata Taemin dan Jonghyun langsung megikuti arah mata Kibum yang membeku.

 

DEG!

 

Jonghyun memegang dadanya. Sesak. “Tuhan kenapa ini?” Jonghyun sangat bingung. Kedua matanya melihat Jino sedang tertawa bahagia bersama seorang namja yang bernama Jinki itu. Sesekali Jinki mengelus puncak kepala Jino. Mereka begitu bahagia. Jino begitu bahagia. Namun Jonghyun tidak merasa bahagia. Ia panas. “Hyungg…” Jino melambaikan tangannya pada Kibum yang masih membatu melihat pmandangan itu.

 

Jinki menggenggam tangan Jino lebih erat ketika mereka berdua menghampiri Kibum, Jonghyun dan Taemin. “Hyung.. kau sekarang bersama Jinki hyung kah??” Taemin menunjuk ke arah Jinki. Setahu dia Jinki juga menyukai sahabatnya Kibum. Eerrrhhh Taemin frustasi. Kenapa membingungkan sekali sih. Ia tidak mengerti. Tiba-tiba. “Chagiya kita pergi sekarang…. Ppali.. Kajja.” Minho terburu-buru menggandeng tangan Taemin dan mengajaknya pergi. Tanpa memberi slaam kepada hyung”nya yang lain. “Hyungg…” Taemin tersontak kaget.

 

Sementara ke4 manusia yang arah jatuh cintanya snagat membingungkan itu kini hanya terdiam. “Kalian… hyung, chukae.. Maaf aku baru mengucapkannya sekarang.” Sahut Jino sambil tersenyum. Ia lalu menatap tangan Jonghyun yang sedang menggenggam tanga kibum. Jonghyun yang tau Jino sedang melihagt tangannya dan tangan kibum bersatu spontan melepas tangan kibum cepat.

 

Kibum menoleh dan melihat tangannya yang dilepas Jonghyun. “Kau juga kibum.. chukae.” Sahut Jinki sambil tersenyum cerah. “ahh.. gomawo.” Kibum tersenyum walau ada sesuatu yang mengganjal dari senyumannya itu. “Jino-aah.. kau…….” Ucap Jonghyun ragu. Jino mengangkat alisnya. “Aku? Kenapa hyung? Eohh?” Jonghyun menatap mata Jino dalam. Kibum menoleh menatap namja chingunya ini. Terlihat begitu.. eumm.. susah dijelaskan…….

 

“terlihat Bahagia……..”Sambung Jonghyun. Jino tercekat. Ia menambah genggaman tangannya pada jinki lebih erat. Berbagi kekuatan pada Jinki. Jino menoleh menatap Jinki, tatapan yang berarti “Hyung tolong aku…”

 

Jinki menarik napasnya. Mengedipkan matanya pelan pada Jino menyuruhnya untuk mengatakan apa adanya. Jino menoleh kepada Jonghyun lagi. “Much better hyung…….” Jino tersenyum paksa.

 

Jinki merangkulkan tangannya pada bahu mungil Jino. Jonghyun mengalihkan pandangannya. “Kenapa begitu sesak. Hey! Kau sudah punya kekasih Jonghyun!!” Batin Jonghyun.

 

“Jinki hyung..”Lirih Kibum. “Ne?” Tanya Jinki. Kini gantian kedua sejoli ini. “Anii… aniya.. hhe,” Kibum salah tingkah. Ia seumur-umur bersama Jinki, belum pernah melihat Jinki menggenggam tangan apalagi merangkul bahu namja atau yeoja lain. Selain dirinya. “Sudah ya.. kami mau ke taman kota dulu.” Pamit Jinki. Sambil membungkuk dan pergi masih dengan posisi merangkul Jino.

 

WHAT! Taman kota? Itu kan tempat favorite Jinki untuk menghabiskan waktu bersamanya.. Kibum bertanya-tanya. Ia merasa kesal. Seharusnya ia yang sedang bersama Jinki untuk pergi ke taman kota dan menghabiskan waktu mereka.

 

Kini keadaan mereka memang benar-benar terbalik. *grr.. gue pusing sendiri*

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~  ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

 

“Hyungg.. kau mau mengajak ku kemana?” Kini dirinya dan Minho sedang berada di mobil minho. “Appa ku.. ingin melihat mu.. dia ingin aku mengenalkan kekasih ku padanya. Entah maunya apa.. yang pasti kau harus tau. Dia itu mempunyai keinginan yang aneh-aneh. Dan aku yakin kali ini dia juga mempunyai tujuan sekarang. Dan mau nggak mau kita harus menuruti kemauannya Chagi..”

 

Taemin terkejut. “Mworago? Keinginan yang aneh? Hyungg.. aigoo~ masa kita baru resmi kemarin, aku sudah di suruh berkenalan sama appa mu hyung.. Apa tidak berlebihan?” Taemin cemberut. “Mianhe chagi.. aku tidak bisa apa-apa kalau yang minta appa ku.. mianhe..” Minho mengelus rambut Taemin.

 

Flashback

 

“Minho..” Suara berat itu memanggil Minho dari luar pintu kamar Minho

Minho tersentak kaget

‘Appa??”

Sebenarnya Minho tidak percaya dengan suara appanya itu

Waeyo?

Baru jam 9 malam

Dan appanya sudah pulang kerumah

Ini suatu keajaiban bagi Minho, anaknya

Biasanya Appa Minho akan pulang jam 12 malam, dan akan berangkat kerja lagi jam 4 pagi

Appa Minho adalah seorang workaholic -__-

“Appa??” Minho menyembulkan kepalanya dari pintu kamarnya

Dia tersenyum melihat sosok tampan, tegap dan gagah berdiri di depan pintunya

Ia memakai jas kerjanya

“Baru pulang appa? Kenapa begitu cepat?” Tanya Minho sambil keluar kamar

Appanya yang bernama Mr.Choi Siwon itu tersenyum manis kepada anaknya

“Sejak kapan kau sudah setinggi appa mu Minho? Kau tampan sekali.”

Puji appanya

Minho terkekeh

“Aisshhh.. appa saja yang tidak pernah punya waktu untuk ku.”

Pernyataan mengandung arti sindiran

Minho mengucapkannya enteng sambil berjalan kea rah dapur

Senyum berkarisma sang Mr.Siwon sirna seketika

“Appa.. mau minum bir tidak?”

Tawar Minho

“Boleh..”

Selang beberapa menit, kini mereka berdua tengah duduk di ruang kerja appany

“Mianhe Minho..”

Sahut Mr.Siwon dengan nada lirih.

“Ne?” Minho sedikit tidak mendengar karena sibuk dengan kaleng birnya

“Mianhe.. aku tidak pernah punya waktu untuk mu..”

Minho menatap appanya dalam

“Mianhe, aku juga tidak bisa mengikuti perkembangan mu dari kecil.. Appa hanya bergelut dengan kerjaan kantor appa.. Mianhe son..”

Minho tersenyum

“Gwenchana appa.. aku mengerti, Appa melakukan itu semua juga untuk ku..”

Siwon membalas senyumannya.

“Dan appa menyesal.. Appa sebenarnya tau masalah mu setelah umma menigg……”

Ucapan sang appa terputus

“Gwenchana appa.. Aku sudah berusaha untuk tidak sedih lagi. Aku sudah mengikhlaskan umma, dan memang sebaiknya begitu kan appa? Supaya umma tenang disana.. apa aku benar appa?”

Mr.Siwon tersenyum.

*Anak semata wayangku kini sudah dewasa tuhan.. terima kasih telah menjaganya..*

“Bagaimana kuliah mu?”

“Tidak ada yang berubah appa.. masih sama seperti semula.. namun, kini sudah ada adik umma yang menggantikan posisi umma sekarang appa.” Jelas Minho

Siwon hanya mengangguk kecil

Lalu ia meneguk birnya

“ahh,, Appa lupa.. Bagaimana dengan kekasih mu Minho.. euumm??” Goda Appanya

Wajah Minho memerah karena digoda appanya

“Yaa.. appa, kenapa bertanya seperti itu.. aa.. aku tidak..”

“sudah, jangan bohong son! Aku ini appa mu. Haha, dari wajah mu yang kini sudah seperti udang rebus saja sudah ketahuan. Babo~” Minho memegang pipinya

“Jeongmal?” Tanya Minho tidak percaya.

Babo~ kenapa harus mereha seperti ini“ umpat minho

Appanya terkekeh

“Kenalkan pada appa Minho. Segera.. namja atau yeoja sama saja.”

“Ne? segera?”

Siwon mengangguk

“Yes.. besok kalau bisa. Aku ingin cepat-cepat melihat kekasih anak ku.”

Siwon mengeluarkan smirk karismanya

Minho bergidik

“Be…besok? Appa mau apa? Jangan meminta yang macam-macam apa, ku mohon.”

Minho mengatupkan kedua telapak tangannya menjadi Satu

“Itu urusan appa Minho. Yang penting kau harus membawanya besok. Namja atau yeoja. Terserah, yang penting dia manis. Arraso?”

Minho terpojok. Lalu terpaksa mengangguk.

“Arrasso appa..”

Mr.Siwon tersenyum

Minho menatap appanya takut

Takut appanya mempunyai rencana yang akan membuat Minho kewalahan

Jeball tuhan~ Jaga Minnie kali ini dari rencana aneh-aneh appaku..~~~

EndFlashback

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

 

Key dan Jonghyun kini berada di dalam mobil Jonghyun. Dan sampai saat ini mobil itu juga belum jalan. Keadaan di dalam mobil sangat awkward. Mereka berdua bergelut dengan pikirannya masing-masing.

 

Key menggigit jari mengkilatnya “Appa yang Jinki Hyung lakukan di taman dengan Jino.. itu kan tempat favorite ku. Kenapa Jinki hyng membawanya. Bukan membawaku.”

 

Jjonghyun menenggelamkan kepalanya di k2 tangannya yang bertumpu di stir mobil. “Jino.. aishh.. kenapa aku jadi memikirkan kau terus.. eerrr.. apa yang s=kau lakukan bersama jinki hyung berdua.” Gerutu Jonghyun dalam hati.

 

“Hyungg…” “Kibum..” Mereka saling memanggil disaat yang bersamaan. Saling menatap.

 

Wajah mereka terlihat resah dan ragu untuk berbicara. “Hyuuunngg… hiks, ottoke??” Mata Kibum memanas dan terlihat butir-butir air matanya keluar. “Kbum-aa..” Jonghyun menatap Kibum sendu. “Ottoke hyungg.. ottoke…???” Kibum meremas bahu Jonghyun. “Kau kenapa Chagi?” Jonghyun meraih tangannya dan hendak menyeka air mata kibum. Kibum menghindar.

 

“Jangan Hyungg…. Aku mohon… aku minta maaf hyungg… ottoke? Hikss…..” Jonghyun seakan mengerti pikiran Kibum yang *sama* dengan pikirannya. Jonghyun menghela napas berat. “hhhh…. Mianhe, seharusnya aku tidka menerima mu waktu itu.. Aku baru menyadarinya sekarang bahwa…” Kalimat Jonghyun terpotong “Aku yang minta maaf hyung…. Aku tau kau tidak menyukai ku… aku minta maaf hyung… Aku juga sepertinya salah mengerti hatiku hyung.. aku hanya naksir pada mu. Aku tidak mencintai mu hyung.. maaf merepotkan mu.. Maaf, membohongi mu hyungg..  aku tidak tahu apa yang aku pikirkan waktu itu hyung.. ottoke….????” Isak Kibum.

 

Jonghyun menarik kibum ke pelukannya. “Baiklah.. Mungkin kita salah mengenali hati kita dari awalnya. Kau salah mengerti tantang hatimu begitu juga aku.. Sekarang…….. hhhh…. Kita berpisah saja.” Kibum mendongak melepaskan pelukan Jonghyun. Tersenyum

 

“Gomawo hyung… kurasa jinki hyung orang yang aku cintai.. tapi sekarang…. Dia dan Jino…. Hiks…hiks..” Kibum kembali menangis. Jonghyun mengelus kepalanya. “Kita bisa mencoba kibum. Bagaimana kalau sekarang kita…”

 

“Kita Ke taman Kota!” Sahut mereka berdua berbarengan.

Keduanya tersenyum dan Jonghyun mengangguk kecil kearah Kibum. Kibum menghapus air matanya dan menyeka hidungnya.

 

Lalu mobil sport itu pun melesat pergi juga.

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

 

Taemin duduk diatas sofa kuning di ruang tamu rumah keluarga Choi. Karena grogi, Taemin terus menggerakan kaki kirinya dengan cepat. Minho yang duduk di sebelahnya terkekeh melihat Kekasihnya grogi seperti itu. Wajah cantik itu bertambah imut saat memasang wajah resah, Kaki kiri yang terus bergerak dengan tangan yang menumpu di atas kakinya.

 

“Relax saja chagi.. appa ku manusia kok.. hehe..” Taemin melirik sebal. “Hyung.. makanya jangan bawa aku kemari. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Bagaimana kalau benar appa mu akan..” Ucapan Taemin terpotong. “Relax chagi.. seaneh-anehnya kemauan ayahku, pasti akan menyenangkan juga pada akhirnya.” Entah Minho kenapa pikirannya langsung tenang dan malah langsung berpikir positif.

 

“Hentikan gerakan kaki mu.. itu akan menganggu keadaan appa ku yang super cool. Ck..” Kekeh Minho.

 

Taemin mengangguk, lalu ia memelankan gerakan resah kakinya.

 

Sampai saat akhirnya, seorang namja yang mirip dengan Minho masuk, dengan di temani salah satu asisten setia Mr.Choi.

 

‘itu appa ku. Ayo berdiri.. perkenalkan dirimu..” Bisik minho. Saat Siwon sudah berada di hadapan mereka berdua, Taemin langung..

 

“Annyeong haseyo.. Naneun taemin Imnida.. saya  disini jurusan seni satu kampus dengan Minho-ssi. Ahjussi.” Jelas taemin. Mr. Siwon mengangkat sebelah alisnya dan menatap Minho dengan tatapan Jadi-ini-namja-chingu-mu?

 

Minho membungkukan badannya lalu mengangguk. Sang Appa memperhatikan Taemin dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bibir namja paruh baya itu menarik senyumnya. Lalu berbisik kepada Minho “Not bad.. I like your style. Hehe..” Minho hanya terkejap. Yaahh.. Ia bahagia karena Appanya menyukai seorang Lee Taemin. Namja yang ia cintai.

 

“Mari duduk.. kau mau minum apa Taemin-ssi?” Mr.Siwon menekan tombol kecil berwarna abu-abu di sudut ruangan untukk memanggil pelayan tenatunya. “Ne? ahh.. apa saja tuan Choi.’ Sopan Taemin sambil tersenyum.

 

Tak lama kemudian datanglah 2 pelayan yeoja yang siap memenuhi permintaan sang majikannya. ‘Ada yang bisa saya bantu tuan besar?’ Tanya salah satu pelayan itu. “Ambilkan susu pisang untuk tamu special ku dan Minho hari ini.”Sahut Mr.Siwon sambil menunjuk sopan kea rah Taemin.

 

Taemin agak terkejut. “Susu pisang? Bagaimana appa Minho bisa tau kesukaan ku?” Batinnya.

 

Kedua pelayan itu membungkuk. “Baik.. segera kami siapkan tuan.” Sebelum pergi kedua pelayan itu melihat ke arah Taemin. Mereka sedikit mengangkat alisnya. Lalu keluar.

 

Saat keluar ruuangan tersebut kedua pelayan itu mulai membicarakan tentang makhluk yang tadi duduk di samping Minho “Aissh.. dia yeoja atau namja ya?/ aku bingung.” “Molla.. dia sangat cantik, tapi terlihat seperti namja..” Sahut temannya. “Lalu kenapa dia duduk di sebelah tuan muda Minho? Dan kau lihat tadi? Tangan mereka bergenggaman… hihihi…” ~ “Mungkin dia namja atau yeojachingu tuan muda.. kali.” ~ ‘Wahh.. kalau begitu aku iri sekali dengannya.. bisa menjadi kekasih tuan muda.” ~ “Eumm.. tapi tadi kau lihat tidak wajah kekasih tuan muda tadi.. mengingatkan ku akna seseorang…” Salah satu dari mereka mulai berpikir. “Seseorang.. aku juga merasa begitu sih… siapa yaa??”

 

Tak lama berpikir, kedua pelayan itu menjentikan jarinya bersama. “ahh.. Dia mirip nyonya Choi..”

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

 

Mr. Siwon duduk berhadapan dengan kedua sejoli baru tersebut.  “Taemin-ssi…  kauu.. kau begitu mirip dengan umma Minho, kau tahu?” Minho dan Taemin tersontak.. “nee?” Minho langsung menangkup wajah Taemin dan menatapnya. “Ya.. babo-yyaa.. kenapa kau tidka menyadarinya eoh?” Mr.Siwon berdecak. Benar, apa kata appanya. Minho baru sadar wajah Taemin mirip dengan wajah ibunya. Matanya terutama. “Mungkin ini alasan mu memilih Taemin kan? Kau kangen ibu mu.. haha..” Canda Mr.Siwon. “eoh? Ani appa.. aku tidak begitu.. Aku mencintainya karena… eumm.. karena dia mempuyai hati yang membuat ku merasa nyaman di sisinya appa.” Minho melepaskan tangannya dari wajah Taemin dan menggenggam tangan mungil Taemin.

 

Sang appa tersenyum. “Geurae? Lalu kau Taemin-ssi? Aas dasar apa kau mencintai anak ku?” Taemin tersenyum, ia menatap bola mata besar Minho. “Aku mencintainya tuan Choi..” Mr.Siwon memotong perkataan Taemin “Ehheemm,,,eheeemm…. Kau bisa panggil aku appa.. kau anggap aku appa mu sendiri saja. arra?” Taemin mengangguk tanda ia setuju. “Aku mencintainya.. appa… aku tidak punya alasan untuk mencintainya.. Bukan kah memang seharusnya begitu appa? Cinta tidak butuh alas an bukan? ” Jelas Taemin. Minho tersenyum manis kepada namja chingunya itu.

 

“Kau pintar Taemin-ssi.. sungguh aku begitu menyukai mu kau tahu?” Mr.Siwon mengembangkan senyum lebarnya. “Melihat mu seperti melihat istri ku lagi..”Tambahnya. Minho merangkul cepat bahu Taemin, memandang sinis appanya. “Andwae! Walau pun Taemin mirip umma.. tapi dia milikku appa.. Dia milik ku.”

 

Sang appa terkekeh. “Ya.. Kau sangat bodoh atau apa. Appa tidak mungkin mencintainya tau! Lagi pula masih cantikan umma mu kemana-mana.” Minho tidak terima. “Ani appa.. masih cantikan Nae Taemin.. iya kan chagi??” Tanya Minho menatap Taemin. Taemin memandang Minho dan appanya bergantian. Sungguh bahagia! Jeongmal.

 

Tak lama kemudian, kedua pelayan tadi datang dan meletakan susu pisang dan minuman lain milik appanya dan Minho. “eumm.. boleh ku tahu.. appa? Susu pisang ini.. kesukaan ku.. kenapa kau..” Mr.Siwon tersenyum “Umma minho juga suka susu pisang. Dan aku yakin kau juga. Sudah ku bilang. Aku melihat mu seperti melihat istri ku lagi Taemin..” Taemin tersenyum.

 

Saat taemin hendak pulang dan tentu saja di antar oleh Minho, sang appa mendekati Taemin. Sementara Minho menunggunya di luar. “Taemin-ssi.. boleh aku meminta sesuatu kepadamu.” Taemin mengangguk. “Tolong jaga Minho ya.. dia.. dia sangat lemah setelah kematian ummanya… dan aku yakin hanya kau yang bisa mengendalikannya. Jaga hubungan mu dan Minho sebaik mungkin. Aku menyukai mu Taemin-ssi.. maka dari itulah.. Aku berharap aku dapat melihat mu sampai kau berkeluarga dengan Minho.” Taemin kaget.

 

“Ne?” Mr.Siwon terkekeh melihat wajah polos Taemin. “Iya.. tentu kau harus menikahinya. Kau harus berjanji padaku, Taemin.” Taemin mengangguk “Ne,, aku berjanji.. ap.ppa..” Mr.siwon tersenyum. “. Haha.. Sudah cepat pulang.. Minho sudah menunggumu.” Taemin tersenyum. Ternyata Appa minho sangat baik, ia juga berhati layaknya seorang umma.

 

 

 

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

 

Di taman kota.

 

Keadaan taman lebih ramai dari kemarin. Terlihat banyak anak kecil, beberapa pasangan dan yang lain-lain disana.

 

Terlihatlah 2 namja yang sedang berjalan-jalan santai disana. Jino dan Jinki.

 

“Kau kenapa? Sudah kubilang jangan sedih lagi…” Jinki mengangkat wajah Jino yang tertunduk dengan tangannya. “Ani hyung.. aku hanya butuh waktu untuk melupakannya hyung,, terima kasih yaa kau mau menemani ku.. padahal kau sendiri..” GREPPS!

 

Jinki memeluk erat Jino dan mengelus rambutnya. “Gwenchana.. aku juga merasa lebih baik dari sebelumnya.. hehe..”

 

“Hyungg…..” Jinki spontan melepas pelukannya ketika mendengar suara lembut seorang namja. Namja yang masih ia cintai. Ia membulatkan matanya, melihat kibum berdiri 2 meter dibelakangnya dengan mata sembab.

 

“Jino….” Kali ini giliran Jino yang dipanggil. Suara itu~~ suara Jonghyun hyung kan??

Tanpa berpikir lagi, ia membalikan badannya. RIGHT! Jonghyun sedang berdiri disana. Jino menutup mulutnya tidak percaya.

 

**Kita ke onkey dulu yeesss**

 

“Sedang apa kau kibum…” Tanya Jinki. “hiks… hyuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnggggggg!!!!” Teriak Kibum yang lalu berlari dan memeluk Jinki erat. “Hyungg saranghaee… saranghae.. jangan tinggalkan aku hyungg.. jebal~~.” Isak kibum di dada bidang Jinki. Jinki kaget. Ia tidka bergerak pada awalnya.

 

Namun, Tangannya mulai beradaptasi dengan keadaan. Tangan itu membalas pelukan kibum. “Na do saranghae kibumm….” Mengecup puncak kepala Kibum yang harum. Menyesap harum itu lama. Kibum mengangkat kepalanya. “Jinjja???” Kibum tidak percaya. Namun, Jinki mengangguk untuk meyakinkannya. “Kau mencintaiku juga? Aiigooo~ kalau begitu… mianhaee hyunnggg….. aku berarti telah menyakitimu kan?? Miannnhee….. saranghae hyungg saranghae…” Kibum mengeratkan pelukannya.

 

“Kau benar-benar mencintaiku kah?? Bukannya…… chu~~~” Kalimat Jinki terpotong ketika Kibum mengecup bibir Jinki. Menahannya agak lama disana, sampai jinki mulai melumat kecil bibir kibum. Namja cantik itu tersenyum. “Masih tidak percaya kah??” Ucap Kibum setelah melepas tautan bibirnya dan bibir jinki. Jinki terkekeh dan mencubit hidung kibum gemas.

 

 

**JONGNO! Cue!**

 

“Hyungg???” Jino menutup mulutnya tidak percaya. Jonghyun mendekatinya, meraih dan menggenggam tangan Jino erat. “Jino-ahh.. mian…. Aku salah, ternyata orang yang aku cintai adalah kau.. aku cemburu melihat mu bersama Jinki. Aku juga selalu memikirkan mu saat bersama kibum.. Mianhe.. aku salah memilih waktu itu.” TES!

 

Air mata Jino terjatuh. Ia terpaku mendengar pengakuan Jonghyun. “Saranghae…”Lanjut Jonghyun..

 

Jino menangis, kali ini menangis bahagia. Air mata bahagia.. Ia memeluk Jonghyun. Namja yang paling dan sangat ia cintai sampai kapan pun… ~~

 

 

~~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~

 

Keesokannya, Taemin, Jino, Kibum dan Jinki sedang duduk di café kampus. Taemin dan Jino membicarakan tentang namjachingu mereka masing-masing. Sadangkan Jinki dan Kibum sedang asik bermesraan. Pasangan yang serasi.

 

Tiba-tiba… “Kya!! Lepaskan.” Ronta Taemin saat ada tangan besar menutup ke2 mata indahnya. “Tenang chagi.. ini aku..” Minho memasukan kepalanya ke tengkuk Taemin. Sehingga pipi mereka saling bersentuhan. “hyungg… ahh, aku kaget tahu.” Gerutu Taemin sambil memukul pelan dada Minho.

 

“Chagiyaa….” Jonghyun yang datang bersama Minho langsung mendudukan bokongnya di kursi sebelah Jino. Mengecup pipi tirus itu singkat. Jino bersemu merah pipinya. “Nappeun..” jino melirik sinis Jonghyun. Yang di lirik hanya terkekeh geli. “I’m sorry chagi…”

 

“Hya.. hyung! Jangan berciuman disini bisa tidak sih?! Kan kasihan chagi ku yang masih di bawah umur..” Minho menutup mata Taemin karena melihat pemandnagan Kibum dan Jinki yang sedang berciuman di depan mereka. Merasa terganggu, mereka ber2 pun melepas ciuman mereka.

 

“Keroro pengganggu!” Desis Kibum.

 

“Hyaa… chagiya.. kita melakukannya kalau sudah menikah saja nee~??” Ucap Minho sambil menatap Taemin yang sedang minum jusnya.

 

“MWOO?! Menikahhh!!!” Kaget semuanya. Sementara Taemin langsung tersedak mendengar ucapan Minho. “UhuukkkhukkkhukK!!! Hya! Huk.. hyungg…… kau jangan kataka!!!” Omel Taemin sambil memukul-mukul dadanya.

 

“heyheyhey!! Apa kata muu? Menikah?” cecar Kibum. Taemin menggigit bibirnya. “Kalian masih kuliah.. kenapa secepat itu.. lagi pula kan beru kemarin..” Jonghyun mengangkat alisnya. “ aisshh,, aniyoo~ bukan begitu hyungg…. Aduh…” panic Taemin.

 

“sudah 2 hari hyung.. hehe.. lagipula appa ku yang menyuruh kita menikah.. ck, appa sangat menyukai Taemin..” Sahut minho sabil mencubit pipi Taemin. “Aishh.. hyung appo….” Ringis Taemin.

 

Ke3 hyungnya dan Jino menatap mereka bingung. “Kau sudah mengajaknya bertemu appamu.. kenapa cepat sekali sih?” Heran Jinki. Minho hanya mengangkat bahu.

 

“Anii hyungg.. tidak secepat itu.. aku harus selesaikan kuliah ku. Minho hyung juga. Aisshh.. hyung sih..” Taemin mengerucutkan bibirnya imut.

 

“Biar saja… yang penting kau nanti juga akan menikah dengan ku kan?” Goda Minho. “hisshh.. tidak.. aku tidak akan menikah dengan mu.. wee..” Taemin memerongkan lidahnya. “Aku tidak mau menikah dengan mu hyung.. kau percaya diri sekali.” -______-

 

 

Jonghyun melipat ke2 tangannya di depan dadanya. “Hya.. jangan mendahului hyung-hyung mu ini heh… biarkan kami duluan.. kau mah belakangan saja magnae..” Sahut Jonghyun. “Haha… jjong benar! Kita dulu baru kau kodok!” Sambung Kibum. “Berarti kita duluan dong bebb.. wahh, kau harus bersiap-siap tuh bebb..” Jinki mengangkat kedua alisnya beberapa kali kepada Kibum.

 

‘Bersiap-siap?” Kibum keheranan begitu juga dengan yang lainnya. “Iya.. berarti kita yang melakukan itu duluan.. kau harus siap-siap.. heheheh..” Jawab Jinki dengan tatapan pervertnya. “Kyaa! Baby.. jangan pervert gituuu… maluu!!!” Kibum menutup mukanya yang merah. Merah sekali. Jinki hanya tertawa melihat ke aegyo’an namjachingunya itu.

 

Semua berakhir bahagia bukan….

We were both young when I first saw you
I close my eyes
And the flashback starts
I’m standing there
On a balcony of summer air

See the lights,
See the party, the ball gowns
I see you make your way through the crowd
You say hello
Little did I know

That you were Romeo you were throwing pebbles
And my daddy said stay away from Juliet
And I was crying on the staircase
Begging you please don’t go, and I said:

Romeo take me somewhere we can be alone
I’ll be waiting all there’s left to do is run
You’ll be the prince and I’ll be the princess
It’s a love story baby just say yes

So I sneak out to the garden to see you
We keep quiet cause we’re dead if they know
So close your eyes
Escape this town for a little while

Cause you were Romeo I was a scarlet letter
And my daddy said stay away from Juliet
But you were everything to me
lyricsalls.blogspot.com
I was begging you please don’t go and I said:

Romeo take me somewhere we can be alone
I’ll be waiting all there’s left to do is run
You’ll be the prince and I’ll be the princess
It’s a love story baby just say yes

Romeo save me, they try to tell me how to feel
This love is difficult, but it’s real,
Don’t be afraid
We’ll make it out of this mess
It’s a love story baby just say yes, oh,

I got tired of waiting
Wondering if you were ever coming around
My faith in you was fading
When I met you on the outskirts of town I said:

Romeo save me I’ve been feeling so alone
I keep waiting for you but you never come
Is this in my head, I don’t know what to think
He knealt to the ground and pulled out a ring

And said:

Marry me Juliet you’ll never have to be alone
I love you and that’s all I really know
I talked to your dad go pick out a white dress
It’s a love story baby just say yes

Oh, oh, oh

Oh, oh, oh, oh

Cause we were both young when I first saw you

 

 

 

 

The END ~

Sorry, gue keilangan feel 2min, onkey jadi hasilnya jelek.. jelek banget.. maaf yaa semua ^^

Lain kali deh, lebih baik. Saya soalnya juga masih belajar…

Jadi tolong Commentnya

Biar saya jadi lebih pinter lagi ~~ o.ov

Oke.. ini jelek.. akuin aja jelek..

Gue aja nyadar sendiri. Kalo ini jelek -___-“

6 responses to “[SHINEE] OUR LOVE STORY – PART 4 END YOI

  1. Bgus kok thor,apa lgi pas taemin ktmu ama appa minho appa minho nyuruh minho n taemin nikah,keke
    Isshhh,onew pervert hahaha ;D
    Akhirnya smua bahagia *kbarkan bndra shinee jino couple* lol haha😀

  2. Oh yeaaaahhh! Onkey ama jongno akhirnya bersatu.. Aq kira bakal berakhir dgn jongkey atau mlh onewjino tp trnyata enggak..

    Emank nyonya choi siapa?? Huaa siwon ahjusshi jgn ampe berebutan tae ama ankna si minho.. ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

    Setdah 2min lgsg ngebahas pernikahan, tunggu onkey ama jongno dulu baru tuh nikah.. Udah kaga sabar ya minho.. Hahaha

  3. Bagus baguss >,<
    Buat sequel nya dong wktu mreka udah nikann *bnyak minta*
    Istri siwon itu heechul kann ?
    Kirain akhirnya jino ama onew . Untung nggak hahahaa
    Daebak ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s