2min-MEMORIES-2shoot-

Annyeeonggg! Saya balik lagi

Kali ini dengan sedikit angst

😥

Saya dapet ilham ini dari lagunya Super Junior Memories

Yang sukses membuat saya nangis. Grrr

Ditambah Suami saya yang sebentar lagi akan berangkat wamil

Kyyaaaaa!! Frustasi berat saya :”(

Goodbye yeoboo! Nae heechul, hiks

 

Oke, cukup curhatnya

Kita langsung aja

 

Cue!

Tittle           : Memories

Genre          : Angst, Romance , PG

Author        : Sparkling2min

Cast             : 2min, others

Diharap sambil baca sambil dengerin MEMORIESnya Suju yaaa ^^ mendukung banget loh #promosi

 

 

Ddrtt drrttt….

 

Seorang namja tampan, dengan rambut cokelat pekat mengangkat wajahnya dari lipatan kedua tangannya di stir mobilnya. Namja itu menoleh ke jok samping, dimana handphonenya bergetar terus pertanda seorang menelpon diseberang sana. Ia menyambar ponselnya.

 

“Yeoboseyo…”

“……”

“Yeoboseyoo….”

“..”

 

Namja itu mengangkat alisnya. Ia melihat ponselnya, masih tersambung. Nomor ponsel tidak ia kenal. Namja itu semakin bingung.

 

“Yeoboseyoo… Anda siapa?”

 

“….” Masih belum ada jawaban

 

“Baiklah.. jika anda tidak mau bicara, saya tutup..”

 

Namja itu hendak mematikan sambungan telepon itu. tiba-tiba…

 

“Hyungg?? Hiks.. Minho hyunggg….”

 

Minho langsung membelakakan matanya. Tidak percaya apa yang ia dengar. Namja yang bernama Minho itu langsung mendekatkan ponselnya ke telinganya lagi.. pikirannya campur aduk. Senang… bingung… kaget… rindu…

 

“Taeminnn.. taemin-aa.. kau disana sayang?? Taeminn…..” Minho memanggil –manggil Taemin disana. yahh, Taemin. Kekasihnya, hidupnya.

 

“…” Lagi-lagi tidak ada jawaban,

 

“Kumohon Taemin.. bicaralah padaku.. kumohon… Kau dimana sayang?? Kumohon jawab taemin…” Minho meremas rambutnya. Ia semakin frustasi. “Taemin ayola……” Kalimatnya terputus. “Mianhe hyungg.. mianhe.. hiks.. mianhe..” Minho terdiam. Ia baru ingat dengan kejadian 2 hari yang lalu. “Hyungg.. mianhe, hiks.. tolong maafkan aku.. hiks.” Minho menyandarkan punggungnya ke sandaran jok mobil yang ia duduki. Matanya terpejam. “Kau dimana taemin?? Jawab aku….” Suaranya melemah. “Hiks.. aku disini hyung.. ditempat yang kau tidak tau. Aku baik-baik saja hyu..ngg.. hiks… Mianhe..” Lirih Taemin.

 

“Kenapa kau melakukannya Taemin?? Apa kau tidak mencintai ku lagi?? Apa kau tidak ingin hidup bersamaku?? Kenapa kau tega Taemin!!” Minho sedikit membentak. DIseberang sana namja cantik bernama Taemin itu makin sesunggukan ia menggeleng keras. Walau ia tau, minho tidak melihatnya.

 

“Taemin… kau dimana? Kau tahu? Aku lelah mencarimu sayang… kau dimana?”

“Hiks.. jangan mencariku hyung…. Hiks.. Saranghae…..”

 

PIP

 

Minho terkejut. Ia melihat ke arah ponselnya. Sambungannya teputus. Taemin memutusnya. Dengan cepat minho menelpon nomor yang tadi menghubunginya.

 

“Yeoboseyo..” Terdengar suara yeoja disana. Minho mengernyitkan alisnya. “ne.. maaf, tapi bisa aku bicara pada Taemin?”

 

“….” Diam

 

“Haloo.. maaf? Bolehkah?” Nada Minho sedikit memohon.

 

“Taemin? Aku tidak mengenalnya.. maaf, kau siapa?” Tanya perempuan itu. Minho mengangkat alisnya.

 

“Tt..a…tapi, tadi namja yang bernama Taemin menelepon ku lewat nomor mu.. apa kau yakin kau tidak kenal??” Minho memastikan.

 

“Maaf, namaku Victoria.. dan aku tidak mengenal Taemin sama sekali. Mungkin kau salah sambung.. aku tutup..”

 

PIP

 

Sekali lagi, Minho melipat ke2 tangannya di stir mobil, dan menenggelamkan wajahnya disana.

 

“Taemin.. kau tega.. Bogoshippo sayang..”

 

Flashback

 

Sabtu, 13 Agustus 2011

 

Taemin menutup mulutnya. Tidak percaya. Tidak menyangka.. Minho melamarnya.

“Aku akan menjagamu Lee Taemin. Dengan segenap kemampuan ku.. kumohon terimalah aku.” Minho berlutut di hadapan taemin.

 

Taemin menitikan air matanya. Terharu. Minho dan Taemin sudah menjalani hubungan selama 2 tahun terakhir ini. Dan ia melamarnya saat anniversary mereka yang ke 2.

 

Taemin memegang ke2 bahu Minho. Dan membantunya berdiri. Minho mengangkat wajahnya, menatap mata taemin intens dan penuh harap. Tak lama, Taemin mengangguk dan langsung melingkarkan tangannya ke leher Minho.

 

Minho tersenyum. Demi apa! Ia sangat senang. Malaikatnya sebentar lagi akan mengikat janji sehidup semati dengannya. Akan menjadi miliknya seutuhnya. “Gomawo..” Bisik Minho. Taemin mengangguk

 

Minho melepeaskan pelukannya dan menangkup wajah taemin. Menghapus air mata bahagia yang mengalir dari ke2 mata oval malaikatnya itu. Lalu bibir mereka menyatu. Lembut dan hangat..

 

27 Agustus 2011

 

Besok adalah hari pernikahan Minho dengan taemin. Hari yang ditunggu-tunggu ke2 sejoli ini. Namun semua berubah.

 

Minho mendapat sepucuk surat dari Key. Sahabat Taemin. “tadi aku kerumahnya, dan hanya menemukan surat itu di meja. Bukalah.. disitu tertera namamu.. aku tidak berani membukanya.” Sahut key. Sebenarnya ia juga penasaran. Jelas saja, Rumah kosong, satpam, supir dan pembantu pribadi Taemin semua tidak tau-menahu tentang keberadaan Taemin.

 

To: My beloved Minho

From: your angel taemin

 

Annyeong minho hyung.. aku tidak tahu harus mulai darimana. Hyung, mianhe.. aku tau, lusa adalah hari pernikahan kita. Hari dimana semua akan menjadi saksi perjanjian kita. Hari dimana tuhan akan merestui hubungan kita. Tapi.. Aku tidak bisa hyung.. aku harus pergi. Aku tidak bisa mengikat perjanjian itu hyung.. kali ini mohon maafkan aku. karena aku juga tidak memberikan alasannya padamu hyung.

 

Minho hyung yang aku  cintai.. aku mohon tolong maafkan aku hyung.. Aku benar-benar harus pergi. Aku sebenarnya juga tidak ingin melakukan ini. Tapi takdir berkata lain. Aku tidak bisa hidup denganmu.. aku akan menyusahkan mu setelah pernikahan kita. Maka dari itu, tolong mengerti hyung..

 

Kau boleh membenciku.. kau boleh mencari pengganti ku hyung.. aku izinkan. ^^ tapi aku mohon tolong maafkan aku. Aku tidak mau kau menyimpan dendam padaku, Saat kau sudah mempunyai pengganti ku nanti.

 

Dan jika takdir mempertemukan kita lagi dikemudian hari, tolong tersenyumlah padaku hyung.. maafkan aku hyung…

 

Orang yang mencintai mu selamanya

Lee Taemin

 

Minho terdiam. Tangannya kaku. Sontak ia menjatuhkan surat itu. Key bingung. “Minho gwenchana??” Lalu ia memungut surat yang terjatuh itu dan membacanya. Ia menutup mulutnya yang spontan terbuka. “Min..minho…” Key memandang Minho. Minho balik menatapnya. Tatapannya sendu. Lalu tak lama Minho tersenyum hambar. “Kenapa bisa key?”

 

Key yang juga tidak tahu apa-apa langsung menggeleng cepat. Ia juga tidak tahu Taemin pergi kemana. Taemin tidak pernah bercerita apa-apa. Kaki Minho lemas. Ia langsung menyandarkan tubuhnya ke tembok, dan lama-lama merosot hingga ia terduduk.

 

Sekali lagi key membaca surat itu tidak percaya. Ada apa dengan taeminnya?  Kenapa begitu tiba-tiba? Key mendekatkan dirinya kepada Minho. Ia mengelus bahu kiri Minho. “Aku yakin Taemin punya alasan choi.. aku yakin.. ia mencintaimu.. ia tidak mungkin mencampakkan mu begitu saja. Aku percaya taemin.” Minho menoleh ke arahnya. Memberi tatapan benarkah-key-apa-yang-kau-katakan-key. Seakan mengerti, Key mengangguk.

 

Dan terpaksa.. pernikahan besok.. minho batalkan.

 

28 Agustus 2011

 

Minho dengan dibantu oleh seluruh keluarganya dan keluarga Lee serta Key. Mencari taemin. Mereka terus mencari informasi di berbagai tempat. Dan hal yang terkahir mereka lakukan setelah lelah adalah menunggu.

 

Minho berbeda. Ia tidak menyerah begitu saja. Ia menyuruh semua orangnya untuk mencari informasi tentang namaj bernama Lee Taemin. Ia juga mendatangi tempat-tempat memorialnya bersama taemin. Ia sungguh berharap Minho menemukan taemin di salah satu tempat mereka.

 

Tempat pertamaTempat bermain – Komedi Putar

 

Minho dan taemin selalu datang bermain kesini sebulan sekali. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama di komedi putar raksasa itu. Sambil menikmai es krim kesukaan taemin dan memandangi pemandangan yang indah. Sesekali Minho jail kepada Taemin, ia mencolek pipi taemin dengan eskrim di jarinya. Hingga pipi Taemin belepotan. Mengetahui hal tersebut, Taemin membalas Minho sama. Mereka tertawa bersama. Mereka menikmati saat-saat itu.

 

Tempat kedua – Panti Asuhan di atas bukit

 

Tempat ini, tempat yang rajin Taemin dan Minho kunjungi. Kenapa?

Taemin menyukai anak-anak. Dia juga sering berbagi bersama anak-anak itu. Ketika Minho melihat taemin dekat dengan anak-anak itu, ketika malaikatnya itu menyuapi anak-anak tak punya orang tua itu. Ia makin ingin menjadikan Taemin sebagai istrinya. Berharap saat mereka punya anak mereka sendiri, Taemin akan bahagia seperti sekarang. Dan minho akan terus dan terus melihat pemandangan ini di hari-harinya.

Taemin juga pernah menangis di pelukan Minho di kursi teras panti asuhan. Saat Taemin selesai menidurkan anak-anak yang ia sayangi itu.

 

Taemin mengaku ia sangat sedih dengan kondisi mereka. Mereka tidak punya orang tua. Mereka sendiri di dunia ini. Tapi mereka tetap menjalani hidupnya dengan tegar. Diantara mereka juga ada yang berpenyakit. Namanya Yoogeun. Anak itu bercerita pada Taemin kalau ia mempunyai penyakit mematikan. Hidupnya tidak akan lama. Namun, Ia tetap bahagia karena tuhan memberikan kesempatan untuknya agar mencicipi manisnya kehidupan di bumi. Taemin menangis sejadi-jadinya di pelukan Minho.

 

Minho mengelus rambut Taemin. Mereka berbagi kesedihan disana…

 

Tempat Ketiga – Taman belakang rumah taemin

 

Di tempat ini. Minho dan Taemin berbagi cerita mereka. Ditempat ini, Minho melamar taemin. Saat itu, Taemin bercerita, jika ia sudah menjadi istri Minho ia akan membahagiakan Minho. Ia juga akan punya menjadi seorang istri yang hanya akan dipandang Minho. Dan saat itu ia juga berkata “Hyung.. Aku ingin kita berdansa saat pernikahan kita, Aku ingin menjadikan hari pernikahan kita nanti satu-satunya hari yang takkan aku lupakan”

 

Minho memeluk Taemin dan mencium keningnya. “Tentu saja. Kita nanti akan berdansa di hari pernikahan kita sayang… Kita akan menjadi penganti paling bahagia di seluruh dunia.”

 

Minho menangis mengingat malam itu. ia mengepalkan tangannya. Ia tidak percaya bahwa Taemin pergi sekarang. Dan tidak bilang kemana dan alasannya. Ia juga membatalkan pernikahan mereka. Dan tempat-tempat yang ia kunjungi ia juga tidak menemukan tanda-tanda taemin berada. Ia hilang tanpa jejak. Bahkan keluarganya pun tidak tahu. Kau sungguh kejam Taemin!

 

 

 

neon eodi inneun geoni naui moksori deullijil annni 
apeun nae simjangi neoreul chatneunda neoreul bureunda michidorok

gaseumi nunmuri tto neoui gieogi
han bangul han bangul tto nae gaseume heulleo naerinda
ureodo ureodo jiwojiji annneun gieogeul ttara
oneuldo bin nae gaseumeul tto jeoksinda 

 

igeum eodi inneun geoni jichin nae moseubi boijil annni 
apeun nae simjangi neoreul chatneunda neoreul bureunda michidorok

gaseumi nunmuri tto neoui gieogi
han bangul han bangul tto nae gaseume heulleo naerinda
ureodo ureodo jiwojiji annneun gieogeul ttara
oneuldo bin nae gaseumeul tto jeoksinda
naegero dorawajullae maeil ne ireum bureumyeo
jichin gidarim soge neoreul chaja hemaeneun najanha 

 

Where are you? Can’t you hear my voice?
My pained heart is looking for you
Is calling out to you- crazily

*My heart, my tears, my memories of you
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won’t erase
And again today, I drench my empty heart

 

Where are you? Can’t you see my tired body?
My pained heart is looking for you
Is calling ou to you – crazily

 

Please come back to me- I call out your name every night
And in my exhausted waiting, I wander around and look for you

Credit : Super Junior – Memories

 

 

End Flashback

 

2 bulan kemudian

 

Minho menghempaskan dirinya diatas ranjangnya yang besar, Ia menangkup wajahnya. Lelah sekali hari ini. Pekerjaannya yang bertumpuk juga masalahnya yang sampai saat ini belum menemukan malaikatnya taemin.

 

Tokkk tookkk

 

“Tuan muda choi.. dibawah ada appa dan umma Tuan muda Lee taemin.” Seorang pelayan Minho memberitahunya. Dengan cepat, Minho langsung membuka pintu dan turun kebawah.

 

Ia melihat sepasang suami istri yang duduk di sofa mewah Minho. Mereka slaing bergenggaman. Sungguh membuat minho iri. Andai taemin masih disini dan sudha menjadi istrinya, Pasti ia setiap malam akan duduk di sofa dan bercuddle ria dengan anaenya. Namun, pupus harapannya..

 

“Selamat malam, Appa dan umma…” Minho membungkukan badannya sopan. Appa? Umma? Yaah, Kedua orang dengan umur paruh baya ini sudah menganggap Minho sebagai anaknya sendiri dan memintanya memanggil mereka demikian.

 

“ahhh.. minho..” lelaki paruh baya itu, yang mirip mempunyai mata mirip dengan anaknya taemin mendekati Minho dan memeluknya. Menepuk pundaknya. Dan disusul oleh sang umma.

 

Namun, Ketika sang umma yang memeluknya. Ia merasa sang umma menangis, menangis? Well, Ia pasti sangat amat merindukan anak bungsunya. Lee Taemin.

 

“Ada apa Appa dan umma?” Kali ini mereka tengah duduk. Sang umma menggenggam tangan suaminya. Wanita itu semakin terisak. Minho jadi bingung. Mereka berdua datang dengan tiba-tiba, sang umma menangis dan sang appa memasang wajah dan mata yang sendu. Namun, Minho tetap menjaga sikapnya. Kesabarannya.. hingga mereka berdua bercerita sendiri pada Minho.

 

“Ini hanya mungkin Minho.. hanya mungkin..” Sang appa berkata. Minho mengangguk pelan. Penasaran..

 

“Kakek Taemin, ayah saya.. waktu itu mengidap penyakit kanker hati. Dan kau tahu? Penyakit kanker itu turun temurun. Saya dan ke 2 saudara kandung saya tidak mengidap penyakit yang sama. Begitu juga dengan taesun kakak Taemin. Ja..jadi… kau tahu.. mungkin, ini hanya mungkin. Taemin tahu tentang penyakitnya dan ia tidak memberitahukan keadaanya kepada kami semua termasuk kau. Kami mengenal anak kami baik. Ia pasti tidak mau dia merepotkanmu. Ia tidak mau seperti itu. maka dari itu ia pergi. Tanpa memberitahu kami, kita semua.” Jelas sang appa.

 

DEGG!

Hati Minho bergemuruh. Kenapa Taemin bisa berpikir seperti itu? Bahkan jika ia cacat sekali pun aku akan tetap bersamanya dan menjaganya.

 

“Sayangg.. dia tetap mencintai mu.. umma yakin nak.. Tidak ada yang lebih dicintai anak kami selain dirimu. Aku harap kau masih mencintainya Minho.. Jangan sakiti dia.. aku mohon..”sang umma menggenggam tangan Minho.

 

Minho mencoba mengatur nafasnya yang tidak karuan setelah mendengar berita itu. Kini, Ia duduk sendiri di sofanya. Ke2 orang tua Taemin telah pulang. Mereka sudah tenang.. setidaknya Minho masih mencintai anak mereka. Sehingga penderitaan anak mereka ‘Taemin’ tidak terlalu berat.

 

Sudah 2 bulan, Taemin belum juga ada kabar. Jika benar Taemin mengidap penyakit yang seperti dikatakan bumonimnya, Minho takut… takut ia tidak bisa melihat Taemin lagi.. takut ketika ia baru menemukannya, semua terlambat. Ia tidak mau. Ia tahu penderita kanker tidak dapat hidup lama. Hanya keajaiban yang dapat merubah semuanya.

 

Minho naik menuju kamarnya. Ia menghempaskan lagi tubuhnya di kasurnya. Lalu ia meraih frame mungil di atas meja disamping tempat tidurnya. Foto Taemin ketika bersama dengannya. Tunggu dulu!

 

Bumonim Taemin mungkin benar. Minho baru menyadari itu. di foto itu, taemin terlihat pucat. Bibirnya memutih. Foto itu diambil 4 hari setelah Minho melamarnya. Dan taemin benar-benar pucat saat itu. Babo Minho! Kau bodoh. Kenapa tidak menyadarinya.

 

Minho mencium frame itu. lalu memeluknya di dadanya. Ia mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan menelpon salah satu orang terpercayanya. “Anyyeong.. Siwon-ssi, Maaf menganggu mu malam-malam. Tolong kau selidiki di semua rumah sakit khusus kanker di seluruh penjuru korea.” Suara di seberang terdengar kaget. “Ne tuan?? Bukankah rumah sakit sangat banyak di korea. Jika saya menyelidiki semuanya maka akan membutuhkan waktu agak lama 2-3 hari mungkin tuan.” Minho berdecak. “Aku tidak perduli. Cepat lakukan.” Siwon mengiyakan lalu Minho memutus sambungannya.

 

Keesokan paginya – 08.00 Waktu korea

 

Drttt drttt drrttt

 

Minho yang sudah rapi dengan setelan jas kantornya tengah sarapan langsung mengangkat telepon itu. “Siwon-ssi? Sudah dapat informasikah??”Tanya Minho.

 

‘…euunngg.. maaf? Saya bukan siwon..” Sahut suara diseberang.

 

Oh wait! Minho melihat ponselnya. Ia lalu menepuk keningnya. Tidak ada nama Siwon di situ.

“Ahh.. maaf, kalau begitu anda siapa?” Tanya Minho.

 

‘…..ehh?…. ini… bagaimana yaa…” Suara yeoja disana agak resah.

 

Minho mengangkat alisnya.

 

“Ada perlu apa, cepat katakan.” Sahut Minho sambil meneguk orange jusnya

 

“Aku akan berdosa jika mengatakan ini.. tapi……….”

 

 

Minho menekan pedal gas mobilnya dan langsung pergi ke darah Busan.

Perkataan Yeoja tadi terus terngiang di telinga Minho. Ia melajukan mobilnya cepat. Ia tahu, Perjalanan Seoul ke Busan cukup memakan waktu. Namun, Ia tidak sabar.. tidak sabar bertemu malaikatnya.. Taeminnyaa…

 

Flashback

 

“Aku akan berdosa jika mengatakan ini.. Tapi ini sangat penting Minho-ssi…” Suara yeoja itu terdengar pelan. Minho bingung. Darimana ia tau namaku?

 

“Kau siapa? Dari mana kau tahu nama ku?” Tanya Minho

Yeoja itu berdecak

 

“Itu tidak penting minho..  Aku.. Aku Victoria. Kau pernah menelepon ku 2 bulan yang lalu. Ani, sebenarnya nomor ku dulu yang menghubungi mu duluan, Taemin yang melakukannya.”

 

Minho membulatkan matanya. “Taemin?”

 

“Iya, Lee Taemin. Aku seorang perawat disini, perawat sekaligus teman yang berada disamping Taemin 2 bulan belakangan ini.” Jelas Perawat yang bernama Victoria itu.

 

‘Wait.. perawat?? Jangan bilang taemin….” Minho ternganga.

 

“Benar tuan Choi. Taemin sakit. Ia mengidap penyakit Kanker darah. Ia dirawat di rumah sakit khusus kanker di Busan. Hanya satu rumah sakit khusus kanker disini tuan. Taemin sekarang tidak sadarkan diri tuan. Ia kritis. Tolong, dia membutuhkan mu tuan.. tolong temui dia… sekarang.. kau tidak mau semuaa…..” Kalimat Victoria terpotong.

 

“saya mengerti.. tolong jaga Taemin sebentar, Terima kasih.”

 

End Flashback

 

Minho memasang earphonenya dan menelfon keluarga Lee.

 

‘Yeoboseyo… umma?? Aku sudah menemukan Taemin. Aku sedang menuju kesana sekarang. Dia ada di Busan. Rumah sakit khusus Kanker satu-satunya di Busan.”

 

“Baiklah.. terima kasih minho.” Sang umma shock.. Ia menutup mulutnya dan terperosot. Ia menangis.

 

Minho juga mengabari keluarganya, juga Key, Onew dan Jonghyun. Teman taemin.

 

Minho memakirkan mobilnya sembarangan di depan pintu rumah sakit. Ia melempar kunci pada satpam disana seraya berteriak sopan. “Maaff… aku terburu-buru.” Satpam itu mengiyakan dan langsung menjalankan tugasnya.

 

Minho berlari dengan kilat menuju resepsionis. “Dimana Kamar Lee taemin? Ia mengidap penyakit kanker darah…” sang resepsionis langsung terburu-buru mencari data.

 

‘Minho-ssi???” seorang yeoja cantik betubuh tinggi dan berambut panjang memanggilnya. Minho menoleh. “Kau minho?” Dengan cepat minho mengangguk. “aku Victoria.. kajja.. ikut aku!” Minho pun menurutinya.

 

CKLEK

 

Minho membuka knop pintu kamar taemin pelan. Ia menarik napasnya. “Masuklah.. jangan terlalu histeris. Ia sedang tidak sadarkan diri. Aku ambilkan data dulu.”Pesan Victoria lalu pergi. Minho mengangguk dan langsung masuk ke ruangan itu.

 

Ruangan serba putih, selang dimana-mana. Dan bau yang eummm.. Bahkan Minho tau, bau ini bau yang paling Taemin tidak suka.

 

Perlahan Minho melangkah mendekati Taemin. Ia mengelus pipi tirus dan mulus itu. Taemin menjadi lebih kurus. Tidak berisi. Minho menatap sendu wajah yang ia rindukan selama ini. Wajah yang selalu menghantui malam-malamnya. Wajah yang selalu membuatnya menangis setiap malam. Wajah yang membuatnya lelah karena mencari dan menunggunya.

 

“hai sayang… ini aku, Minho.. minho mu…. Bangunlah, aku sudah disini. Bangunlah sayang.. lihat diriku..” Minho menitikan air matanya. Sedikit. Hanya sedkit. Mungkin karena habis terkuras setiap malam.

 

“Aku merindukan mu taemin.. apa kau mendengar ku? Aku kesepian, kau tidak disampingku selama ini.. Aku.. akuu masih mencintaimu Taemin.. Bangunlah, kuatkan dirimu demi aku..” Sedikit egois memang, tapi inilah kenyataannya. Minho ingin melihat Taemin bangun. Minho membungkukkan badannya dan mencium bibir pucat taemin. Manis. Masih tetap manis. Lalu ia mengusap kening taemin. Merapihkan poninya yang berantakan.

 

CKLEK

 

“Maaf mengganggu..” Sahut Victoria. Minho tersenyum. “Tidak apa.”

 

“Minho-ssi, maafkan saya.. waktu itu, saya berbohong pada anda. Waktu itu benar Taemin menelpon anda, saya sebenarnya tidak tega dengan anda, tapi taemin memohon padaku untuk merahasiakan semuanya.” Minho mendengarkan Victoria dengan serius. Sambil menggenggam tangan Taemin.

 

Victoria menjelaskan semuanya. Ia mendekat kea rah taemin.

 

“taemin, ia namja yang tegar.. ia waktu itu datang kesini untuk periksa. Waktu itu ia baru tau tentang panyakitnya. Ia menangis. Aku menemukannya duduk di tangga rumah sakit sendirian.”

 

“ia selalu check up kesini 3 hari sekali. Dan selalu bertemu dengan saya. Waktu itu ia bilang. Ia akan menikah dengan seorang bernama Minho. Tapi, tapi… ia bilang ia akan membatalkannya. Waktu itu aku kaget. Dia tersenyum. Dia tidak mau melukai mu tuan. Dia bilang jika dia menikah dengan mu dan tak lama kemudian dia meninggal, dia akan merasa bersalah. Karena meninggalkan mu ditengah-tengah kebahagiaan kalian. Jadi dia memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dan pergi kesini. Dia minta di opname. Walaupun dia tidak suka. Dia selalu mengikuti kegiatan terapi. Taemin namja yang tegar. Ia benar-benar melawan penyakitnya.”

 

“Suatu malam, saya hendak mengeceknya.. dan ia sedang berdo’a. ia berdoa begini  Tuhan.. Aku Lee Taemin.. kau pasti sudah tahu.. Aku sedang berjuang melawan penyakit ini tuhan. Kau tahu itu kan Aku sangat tegar. Walaupun penyakit ini terus menggerogoti ku terus. Aku selalu bersabar tuhan.. Aku minta kepadamu tuhan, untuk mencabut penyakit ini dari dalam diriku. Aku tidka mampu lagi tuhan.. Aku sangat merindukan Minho hyung. Aku ingin bertemu dengannya tanpa penyakit ini. Aku ingin hidup bahagia dengannya tanpa penyakit ini. Bisakah tuhan? Bisakah kau memberiku kesempatan seperti itu? Kumohon tuhan.. aku tahu kau menyayangiku.. tolong kabulkan doaku tuhan.. cabut penyakit ini dari dalam diriku.

 

Minho tidak bergeming. Ia menitikan air matanya lagi.

 

“dan setiap malam. Saya selalu menemaninya tidur disini. Saya duduk kursi itu. dan anda tahu? Setiap malam di tidurnya.. ia memanggilmu.. Minho hyungg.. minho hyungg.. mianhe,, jangan tinggalkan ku. Ia terus begitu. Betapa ia rindu sekali pada anda tuan choi.”

 

“Sampai kemarin malam. Ia kritis. Ia tidak sadarkan diri. Badannya menggigil hebat. Dokter-dokter langsung menanganinya. Dan saya.. saya bingung.. akhirnya tadi pagi saya menelpon anda tuan.. saya takut terjadi apa-apa pada Taemin. Dan anda belum sepmat melihatnya. Jangan salahkan saya berkata seperti ini. Tetapi tidak hanya anada dan Taemin yang mengalami hal ini. Banyak pasien yang seperti Taemin tuan.. jadi saya pernah mengalami yang lebih parah.”

 

“hhh… gamsahamnida Victoria.. jeongmal.. kau telah menjaga Taemin.. ia segalanya bagi ku.. terima kasih sekali lagi.” Minho tersenyum. Victoria membalasnya dan mengangguk.

 

“Aku tahu tuan.. aku doakan semoga Taemin cepat sadar.. dan kau tahu..” Victoria tersenyum. “Baik.. aku keluar dulu tuan.. selamat siang.”

 

Setelah pintu tertutup rapat. Minho menarik kursi dan mendudukinya. Tangannya masih menggenggam tangan dingin Taemin.

 

“Hey malaikat kuu.. Aku sudah dengar semua dari Victoria.. dia yeoja hebat. Aku bangga padanya. Hehe.. kau juga.. Aku sangat bangga padamu. Katanya kau berperang dengan penyakitmu demi aku kan??” *giggles*

 

“Aku juga merindukan mu.. dan aku juga mencintaimu taemin.. bangunlah sayangg.. demi aku.. Eumm.. bagaimana kalau aku janjikan naik bianglala jika kau bangun? Atauuu… aku belikan es krim kesukaan mu saja? Eumm??”

 

Taemin tidak menjawab. Minho miris melihatnya

 

“Aku janji.. Saat kau bangun nanti, aku akan menikahimu taemin. Kita akan hidup bahagia. Apapun resikonya akan ku tanggung Taemin. Saranghae..”

 

2 hari berlalu.. Minho kini menyewa hotel di samping rumah sakit taemin. Untuk memudahkannya agar tidak bolak-balik seoul-busan. Keluarga Taemin dan Minho serta teman-teman dan sahabat taemin juga bolak – balik mengunjungi taemin. Semua sangat perhatian padanya. Semua berharap Taemin cepat sadar. Taemin, kau harus tahu itu. kau berdosa pada semuanya.

 

Taemin membuka matanya perlahan. Penglihatannya masih kalang kabut. Namun ia yakin. Yang dilihatnya adalha Minho! Minhonya.

Karena lemah, Taemin tidak bisa memanggil Minho yang keluar dari kamar pasien taemin. Taemin bingung. Ia menangis. “Minho hyunggg.. ini akuu… Jangan pergi hyungg…”Teriak Taemin dalam hati. Kepalanya merasa pusing.

 

Tak lama kemudian namja kurus berate kucing masuk. Sungguh terkejut bukan main ketika melihat sahabatnya sadar.

 

“Minniieeee!!! Kabu bangunnnn???” Histeris key. Yang langsung memeluk tubuh Taemin yang lemah. Taemin tersenyum. “Key…”Bisiknya. “iya.. ini akuu… akuu…hiks… taemin, kau bangunnn…. Aku senang kau bangun minnieee..”Key terisak dalam pelukannya.

 

Taemin melepas pelukan key. Ia mendorong pelan tubuh key. Key mengusap kening taemin terus-menerus. “Aku tidak percaya kau sudah bangun minniee. Bogoshippoo… kenapa kau tidak bilang pada ku Minnie… apa aku bukan sahabat mu lagi?” Key memandang taemin sedih. “jadi kau sudah tahu?” Key mengangguk. “Maaf hyung… Aku, tidak mau merepotkan mu.. merepotkan kalian.” Key menyentil pelan kening taemin. “Namja Baboo~ mana mungkin kau merepotkan ku… kau segalanya bagi ku.. bagi kami semua..”

 

Key memanggil dokter dan Taemin langsung diperiksa. Dokter berkata keadaan taemin tengah membaik. Tapi masih lemah. Lalu dokter itu pergi..

 

“hyung.. aku tadi melihat minho.. apa dia datang juga?” Key tertawa.

 

“Namja baboo~ sungguh.. Minho! Kau tahu! Dia yang pertama kali kesini! Dia yang memberitahu semuanya. Dia yang menjagamu setiap hari. Membolos pekerjaannya. Haha.. hanya untuk dirimu bodoh..” Taemin tersenyum.

 

“benarkah? Setiap malam dia disini hyung?” Key mengangguk.

 

“Kau saja yang tidak bangun-bangun.. hihi..” Key mencubit pipi taemin. “Hey.. aku membawakan susu kesukaan mu.. nih. Cepat minum..” Key menyodorkan sebotol susu pisang kesukaan Taemin. Taemin terduduk dan dibantu oleh Key dan menraih botol itu. ‘Gomawo hyungg.. kau yang terbaik..” Key tersenyum lalu mengelus rambut taemin.

 

Key menopang wajahnya dengan ke2 tangannya di sisi kasur taemin. Ia memandangi wajah Taemin. Taemin bergidik.

 

“Hyung… kenapa memandangku seperti itu?”

 

“kau cantik taemin.. kau juga kurusan yahh.. penyakit itu sangat jahat yahh..”

 

Taemin terkekeh. Lalu mengangguk. ‘Iya sangat jahat,” Taemin menggembungkan pipinya. Key tersneyum.

 

“Minniee.. jeongmal bogoshiippo… bogoshippo taeminnnnieee…..” Key gemas lalu mencubit hidung mancung Taemin.

 

Taemin meringis. Lalu memngerucutkan bibirnya. “Appo hyungg….”

 

Key terkekeh. “Miannn…”

 

“…eeuungg…” taemin berdengung.

 

‘Waeyo?” Tanya key.

 

“Minho.. dia kemana hyung?” Key melihat ke jam tangannya. “Dia di hotel sebelah. Mungkin sedang mandi. Dia menyewa hotel untuk kami semua Taemin.. hehe.. semua.. keluargamu, onew, jonghyun.. keluarganya.. dia semua yang menyewa hebat sekali calon suami mu..” taemin terdiam.

 

‘Kenapa??” Key bingung. “Anii hyung.. apa dia masih ingin menikahi ku hyung.. kau tahu. Aku berpenyakitan.” Key berdecak.

 

Lalu tersenyum. “Apa kau mau tahu jawabannya??” Taemin mengangguk ragu.

“sebentar..”

 

Tak lama kemudian, perawat datang dan mambawa kursi roda. Mereka membantu Taemin pindah ke kursi roda itu. Sebenarnya ini ditentang keras oleh dokter. Namun, mau bgaimana lagi? Inilah Kye.. almighty key!

 

Hehe

 

Minho keluar dari kamar mandi. Sambil mengusap rambutnya yang basah. Lalu ia berjalan kea rah cermin. Minho memperhatikan dirinya. Well, tampan.. tapi wajahnya itu..

 

Terlihat lelah.. Tapi dia tidka keberatan.. selama itu karena taemin. Malaikatnya.

 

“Hyunggg…….” Suara lembut yang khas itu memanggil Minho.

 

Dengan cepat Minho membalikan badannya ke arah pintu hotel yang terbuka.

 

“Tt—ttt…taemiinnnn……”

 

TBC

Wowww

Saya capekk nulisnya

Hehe, tadinya mau dibikin oneshoot

Tapi yaa tangan saya tidak mendukung

Terlalu pegel😄

Jadi 2shoot aja deh yaa..

Haha..

Dikomment yaa readers dikomentt

Yang Matematika itu kayaknya nanti-nanti aja deh yaa..

Soalnya lagi males sama yang berkaitan dengan pelajaran xD

Hehe

Sok, dikomment ^^

Gomawo yang udah baca dan udah comment..

Saranghaee!! ~ 2minn❤

 

 

 

 

 

11 responses to “2min-MEMORIES-2shoot-

  1. Chingu, jgn dibikin sad ending chinguuuuuu.. 2min nya mesti nikah, terus si Taemin mesti sembuh jg.. Jebal chingu, bikin happy ending..

    Aq kaga kuat klo baca ff ini sambil dengerin lagu Suju yg Memories.. Bisa” aq mewek lgsg.. ㅠㅠ

    • Ehehe.. Gimana yaah.. Sad ending apa happy ending? Aku soalnya bosen ama happy ending #plak!

      Itu memang tujuan ku :p membuat readers nangis.
      Walau sering gagal -__- xixixi

  2. Iya Onni buat happy ending y? Q tadi nangis pas dibagian TaemOppa berdoa sama Tuhan sm pas 2Min di panti asuhan T^T #nangis dipelukan Taemoppa, digaplok Minho. Oy q reader baru salam kenal Vania imnida^^.

  3. HUWAAAHH!!
    Saia berharap, ini happy ending…
    Udah ckup angstnya di part 1…
    Ga sanggup lagi nanti kalau musti bermewek ria di part endnya…

    Happy ending please,,,,,, #melas, minta belas kasih. /plakk!

  4. wah thor! Daebak thor.
    Minho sama taemin akhirnya bersatu dong yah… yah… yah *maksa*
    Penasaran kelanjutannya!

  5. Taemiinnnn,bertahan yahh,jangan matii,jangan ninggalin minho!!
    Author,plisss taemin jgn di bkin mati dong,ff.y jgn di bkin sad-end dong thor!!!
    Hap-end ajja!! Yah-yah!!🙂
    Di tggu next.y yahh🙂

  6. Waaaa, betul thor, bosen dibikin happy ending:( skali2 rad ending:)
    Tp dibuatnya jgn taem yg mati ya thor, siapa gitu. Hehehe~
    Mianhae reader ngebacot thor:D
    Semua pilihan ada di author lah:)
    Keep writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s