Sweet Life/2min/PG/Pure YAOI/2- End(Series)

Saya datang lagi..
Indahnya sekolah yaaa *ngekkkk
Saking indahnya jadi nggak bisa nulis FF sering-sering.. Huks

Yaudh~ ini lanjutannya..
Enjoy and feel it like a drama..

Title: Sweet Life

Cast: 2min, others

Genre: PURE YAOI / PG?NC? Molla ~ bisa berubah sewaktu-waktu ~~ kkkk ^^

Leight: 2 of End ~ Sepanjang masa ~~~

~~~~~~~~____________________~~~~~~~~__________~~~~~~~~~~

Minho mengarahkan bola matanya menuju Taemin yang duduk manis tepat dihadapannya. Pada saat itu juga Taemin tersenyum kepada Minho. “Shit! Neomu Yeeeppppoo!”Batin Minho sambil mengalihkan pandangannya karena gugup.

Shit! Kali ini memang Minho benar-benar Terperangah melihat Taemin. “Umma, apa benar dia itu namja?” Bisik Minho pada ummanya. Sang umma berdecak dan menjitak kepala anaknya perlahan. “Baboo!” Balas ummanya. Minho sedikit meringis dan  mengangkat alisnya. “Huh?”

Keesokannya,

“Minho!! Yaa~ bangun!! Aishh, kenapa tidur disini!! Minhoo!!” Sang umma membangunkan anaknya yang tertidur di meja dengan segala kerjaannya. “Anak ini, pasti tidur malam-malam karena kerjaan.” Gerutu Mrs. Choi.

“Eung, Ne umma.. Waeyo? Aku lelah sekali!”Ucap Minho sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran bangku kerjanya. “Makanya jangan tidur terlalu malam.. Lihat, berantakan sekali meja ini. Sudah sana, cepat mandi lalu jemput Taemin. Hari ini kalian fitting dress kan?” Minho menggaruk tengkuknya lalu berjalan gontai ke kamar mandi.

Mrs. Choi membereskan meja kerja Minho. Tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya. “Yah! Yeobo! Waeyo eum?” Tanya Mrs. Choi pada Mr.Choi. “Ani, hanya ingin memeluk mu saja. Tak kusangka anak kita akan menikah, cepat sekali eumm.. Rasanya baru kemarin kita yang menikah..” Mendengar itu mrs. Choi berhenti beberes, lalu membalikan badannya menghadap ke arah suaminya. “Eum.. Menurutmu apa minho akan bahagia dengan Taemin?” Tanya Mrs. Choi. “Tentu, Taemin sangat eumm.. Serasi dengan Minho. Dia juga namja yang baik dan .. Yahh, pokoknya aku suka dengannya.” Jawab Mr.Choi.

“Tapi aku khawatir, Taemin terlalu workaholic. Aku khawatir perhatiannya pada minho akan…….” Ucapan Mrs.Choi terpotong ketika Mr.Choi meletakan jarinya didepaan mulut Mrs.Choi. “Hei, Aku yakin Taemin akan berubah.. Dia akan menjadi istri yang baik untuk Minho, dan menantu yang baik untuk kita. Kedua insan itu akan saling mencintai Sudah terlihat olehku sekarang. Jangan khawatir.” Kata Mr.Choi. Mrs. Choi tersenyum mendengar itu.

Mr.Choi mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya, menghapus ruang diantara mereka berdua. Hidung mereka beradu sambil menempelkan kening mereka berdua. Sampai akhirnya bibir mereka menyatu saling mencoba untuk mendominasi. Mereka terlihat eumm… Romantis, Mari kita berharap agar Minho dan Taemin akan seperti mereka ~ ^^v

“Umma, Appaa! Get a room pleaseee…” Teriak minho saat ia masuk ke ruang kerjanya dan melihat adegan bulmonimnya yang eummmm….

Sontak wajah Mrs. Choi memerah. “Yaa! Minho, Nanti kau juga akan merasakannya dengan Taemin.” Bentak sang appa. Minho hanya berdecak. “Ck. Umma ini -_- Aku pergi dulu..” Pamit Minho. Ia meraih jas hitamnya dan mengambil kunci mobilnya.

~~~~~~~~____________________~~~~~~~~__________~~~~~~~~~~

“Kau dimana? Hari ini fitting dress kan?”

“Dikantor hyung.. Aku masih ada urusan”

Ck. Minho berdecak. “Aku kesana”

“Eumm..” Dengung Taemin disana yang masih sibuk dengan tumpukan kertas-kertas. Entahlah, urusan kantor..

~~

Minho menghentikan mobilnya di depan gedung Yamaha Music corp. Lalu ia turun dan bergegas masuk ke gedung bertingkat itu. Bergegas?

“Hyung.. Bolehkah tunggu sebentar, aku masih harus mengurusi dokumen satu ini.” Rajuk Taemin ketika mereka bertemu. Minho mengangguk. Taemin tersenyum. “Silahkan duduk hyung..” Minho menurutinya duduk di sofa ruangan Taemin. “Jangan lama-lama.. Umma dan appa bisa marah. Arra.” Taemin tersenyum lagi. Aiigoooo yeppoo jeongmal.

“Taemin…”

“Eungg?”

“Wajahmu terlihat lelah..”

Taemin menoleh ke arah Minho. Mengernyitkan keningnya. “Jinjja?”

“Sejak kapan kau dikantor?”

“Aku datang ke kantor jam 6 pagi.”

Minho berjalan mendekati Taemin.
“Jinjja? Pagi sekali.. Pantas wajahmu terlihat lelah. Istirahatlah, jangan bekerja terus ne~.” Minho mengacak rambut Taemin pelan. Lalu tersenyum lembut.

BLUSH
Wajah Taemin memerah, Baru kali ini seorang namja yang memberikan perhatian padanya. “N…ne hyung..”Ucap Taemin terbata-bata.

@Butik Pengantin – 11 siang

“Tuan muda Choi.. Calon istri anda..” Sahut pegawai disana sambil membuka tirai ruang ganti. OMG! Minho terbelakak. Ia seperti melihat putri korea yang anggun nan cantik.

Taemin, namja cantik ini memakai gaun putih selutut dengan hiasan renda-renda dan pita. Kalung berlian terpasang di lehernya, serta kain kerudung pengantin yang sangat amat panjang dan disemat dengan tiara perak di kepalanya. *mirip gaun Han Ji eun di Full House*

“Hyung.. Apa aku terlihat aneh? Kau tidak suka?” Khawatir Taemin saat melihat ekspresi Minho yang tidak berkedip. “Ani.. Kau cantik.. Sungguh..” Lagi-lagi wajah Taemin memerah. Ia tersenyum. “Gomawo~” Minho tersenyum.

Kyeopta!
Aigoo~ benar-benar, Taemin baru menyadarinya. Minho sangat amat tampan. Apalagi dengan tuxedonya sekarang. Sempurna! Yaa~ Calon suaminya.

“Kita ambil foto dulu ne~ untuk kenang-kenangan. Kalian sangat serasi tuan dan nyonya.” Sahut pegawainya. Taemin menarik senyum simpulnya. Minho mengulurkan tangannya pada Taemin. Namja cantik itu mengerti lalu berjalan mendekati Minho dan menyambut tangannya. “Kajja”

Perlahan Minho meraih pinggang mungil Taemin dan menariknya hingga Taemin kini berada sangat amat dekat dengan Minho. “Supaya lebih harmonis.”Bisik minho. Taemin mengulum senyumnya.

KLIK KLIK

“Bagus, sekarang nona… Eoh, tuan. Muda Taemin maksud saya.. Bisa mencium calon suami anda.”

“Whattt?? Sdfghjkasdfg”
DEG DEG DEG

Omo! Jantung Taemin dan Minho kini berdetak cepat. Gugupkah?

1 2 3

Chu~

KLIK
KLIK
KLIK

Taemin mencium pipi kiri Minho dengan lembut.

“Good! Fotonya akan kami cetak. Mohon di tunggu.” Ucap sang pegawai.

Taemin menoleh dan tersenyum kecil ke arah Minho dan tidak sengaja Minho juga menoleh ke arah Taemin. Glek! Jarak mereka kurang dari 1 inchi. Hidung mereka berbenturan.

BLUSH! Malu, Taemin sangat malu. ‘aahhh malu aku ummaa!!’ >< Batin Taemin. Wajahnya ia palingkan ke arah lain seketika itu juga Minho mengelus pipi yang Taemin cium tadi. Secara sadar, Minho menarik senyumnya.

Aaahhh~ kyeopta!

Replay..Replay..Replay…
Iphone Taemin berdering. Taemin segera melepas tangan Minho yang melingkar di pinggangnya dan berlari kecil menuju tasnya yang berada di atas meja putih di dekat cermin.

“Mworago?”

“…”

“Aahh~ ne ne, nanti senpai kesana. Chotto ne Yuki-chan.” Sahut Taemin.

PIP

“Ada apa?” Tanya Minho sambil melepas tuxedo hitamnya. “Yuki-chan, ia murid ku.” Minho mengernyitkan dahinya. “Aku mengajarinya bermain piano.” Jelas Taemin. “Kau mau pergi sekarang? Kenapa mendadak lesnya?” Tanya Minho. Taemin tersenyum “Tadi dia bilang dia mau berlatih bermain. Katanya dia mau mempersembahkan lagu untuk kekasihnya. Dia minta aku ajari.”

Minho mengangguk. “Baiklah, kau ganti baju dulu. Nanti aku antar. Tapi tunggu fotonya selesai ne.” Taemin tersenyum dan mengangguk.

~~~~~~~~____________________~~~~~~~~__________~~~~~~~~~~

@Rumah Yuki-chan

“Ahhh, sensei.. Maaf mengganggu harimu.” Taemin tersenyum, ia mengelus kepala yuki. “Tidak apa. aku juga tidak terlalu sibuk. Ayo..” Yuki mengangguk, lalu ia mengarahkan pandangannya pada namja yang berdiri di pagar rumahnya. “Tuh kan.. Pasti Sensei sedang berkencan dengan pacar sensei. Maaf sensei sekali lagi.” Yuki mengatup tangannya di depan dadanya.

Taemin menoleh ke arah namja tampan tersebut lalu kembali lagi pada yuki. “Sudah kubilang tidak apa. Ayo..” Taemin merangkul pundak Yuki dan mengajaknya masuk. Ketika tepat di depan pintu rumah yuki, Taemin menoleh sekali lagi. “Masuklah hyung.. Kau harus menungguku. Nanti aku tidak ada yang mengantar.” Ucap Taemin. Minho menghela napasnya dan berjalan mengikuti Taemin dari belakang.

“Annyeonghaseyo, Naneun Yuki imnida. Hehe..” Ucap yuki memperkenalkan diri pada Minho. Yah~ Taemin yang mengajarinya sedikit bahasa korea. Sehingga yuki bisa sedikit-sedikit bahasa korea. “Ah, annyeong.. Minho imnida.” Minho tersenyum sambil duduk. “Oppa, kekasih sensei kan? Hihi.. Serasi sekali.. Ahhh~ neomu joaa..!”Sahut Yuki sambil mengacungkan ibu jarinya.

“Yaa! Yuki-chan.. Sudahlah, ayo sini. Kau mau belajar apa?” Tanya Taemin. Yuki menoleh dan mendekati Taemin yang sudah duduk di depan piano berwarna putih milik yuki itu. “Eumm.. Besok kan hari jadi aku dengan pacar ku. Yaa, aku ingin belajar lagu yang sensei suka itu. River flows on you.”

Taemin mengangguk. “Baiklah, perhatikan.” Yuki mengangguk. Taemin menarik napasnya perlahan lalu mulai menarikan jari-jemarinya di piano itu. Yuki memperhatikan Taemin dengan serius.

Sementara itu minho? Yaa.. Sejak pertama bertemu saja Minho sudah jatuh cinta pada Taemin, Kalian sendiri juga bisa menebak bagaimana ekspresi seorang namja yang melihat orang yang disukainya bermain piano. Yap! Minho larut dalam permainan piano Taemin. Bibirnya menarik senyum. Matanya tidak terlepas dari Taemin. Yaa, Lee Taemin.

Ting!
Akhirnya Taemin menyelesaikan permainan pianonya. Ia menoleh ke arah Yuki.  “Kau mengerti?” Yuki mengangguk. “Ahh, aku tahu.. Tapi belum hafal. Hehe.” Taemin tersenyum lalu mengacak rambut yuki. “Sensei, rambutku.” Gerutu yuki sambil merapihkan rambutnya. “Gomen..”Kekeh Taemin. “Sensei kau tahu? Kau sangat pandai deh.. Aku sampai terpesona pada sensei.. Dan kau tahu?” Yuki mendekatkan mulutnya ke telinga Taemin berbisik padanya.

BLUSH!
Sontak wajah Taemin memerah. Lalu ia berdeham. “Yaa! Kau ini. Sudah ayo kau coba sekarang.” Sahut Taemin mengalihkan pembicaraan. Yuki hanya tertawa lalu duduk di samping Taemin.

Taemin sedikit melirik Minho. BLUSH!
Lagi-lagi ia menampilkan warna kemerahan pada pipinya. Benar kata Yuki.

“Minho oppa tidak mengalihkan pandangannya padamu.”

Taemin sedikit tersenyum lalu melanjutkan kegiatannya mengajar yuki.

Pukul 6 sore ~

“omg! Gomen sensei, aku terlalu lama belajar yah.. Aduhh, maaf sensei. Pasti sensei lelah. Aigoo~ pucat sekali sensei.” Sesal Yuki. Yah, ia baru saja selesai mempelajari lagu yang diinginkannya tadi. “Ahh, tidak apa, hanya lelah.. Jangan lupa yaa.. Pakai perasaan mainnya. Sensei pulang dulu ya..”

“Terima kasih sensei.. Hati-hati dijalan.” Yuki mengantar Taemin dan Minho sampai pintu depan. “Sudah kau masuk. Saja. Dingin diluar.” Sahut minho pada yuki. Yuki mengangguk lalu ia melambaikan tangannya pada Taemin lalu masuk lagi ke dalam rumahnya.

“Kau sakit?” Tanya Minho menahan Taemin yang hendak berjalan menuju mobil. “Ani hyung.. Hanya lelah, dan sedikit pusing.” Taemin memaksakan senyumnya. Yaah, minho tau Taemin pasti sakit atau mungkin akan sakit. Karena wajahnya sudah pucat pasi.

“Tidak hyung.. Hanya butuh tidur. Kajja.” Taemin meraih tangan Minho agak lemas dan mereka berjalan ke mobil. Minho melingkarkan tangan kirinya di pudak Taemin, sedikit berjaga-jaga. Minho membuka pintu mobil dan mempersilahkan Taemin masuk.

Taemin mengelus tengkuk belakangnya dan tiba-tiba..

“Taemin!!!” Dengan sigap Minho menangkap tubuh Taemin yang tak sadarkan diri. “Taemin!!” Minho menepuk pelan pipi putih Taemin namun ia tak kunjung sadar. “Rumah sakit..” Gumam minho, lalu ia mengangkat tubuh Taemin dan menidurkannya di jok belakang dan menyelimutinya. “Sudah kubilang jangan terlalu lelah.” Bisik minho. Lalu ia menekan pedal gas mobilnya dan meluncur menuju rumah sakit.

~~~~~~~~____________________~~~~~~~~__________~~~~~~~~~~

Minho menggenggam tangan Taemin yang berada di atas perutnya. Khawatir. Yaa, Melihat calon anaenya jatuh pingsan memang sangat cemas. Minho menggigit bibirnya.

KREK!

“Omo! Aegyaa!” Teriak mrs. Lee dan Mr. Lee bersamaan. Minho menoleh ke sumber suara lalu berdiri dan membungkuk pada mereka. “Dokter bilang ia kelelahan. Aboeji dan eommoni tidak perlu khawatir.” Ucap Minho menenangkan kedua bulmonim Taemin. “Ahh.. Terima kasih minho-ssi, Taemin ini memang benar-benar nakal.”Jawab Mr.Lee.

Mrs.Lee memukul lengan nampyeonnya. “Yaa! Appo yeobo!” Mrs. Lee hanya berdecak.

“Omona!! Taeminnieee!” Sahut Onew dan Key yang baru saja datang. Key? Yaap! Ia datang ke Jepang karna ingin menghadiri pesta pernikahan calon adik iparnya :p  Key langsung mendekat ke arah taemin dan menggenggam tangannya. “Kenapa bisa Minho?” Tanya Onew yang berjalan mendekati Key dan mengelus pundak Key yang terlihat sangat cemas. “Kelelahan hyung..” Jawab Minho singkat. Onew mengangguk mengerti.

“Eungg.. Sss”Taemin menggeliat lalu perlahan membuka matanya. “Taeminniee!!!”Teriak mereka semua serempak. Saya ulangi SEREMPAK. Taemin terlonjak kaget. “Omona! Ka..kaliann? Kenapa disini semua? Eohh?”Tanya Taemin bingung.

Perlahan ummanya maju dan mengelus kening Taemin. “Kau pingsan sayang.. Apa tidak ingat? Minho yang membawamu kesini.” Jelas Ummanya. “Eoh? Benarkah?” Bingung Taemin. Minho mengangguk. “Ahh.. Aku tidak ingat, gomawo hyung..” Ucapnya.

“Yaa! Napeun namja! Sudah dibilang jangan kerja terus. Kau jadi kelelahan kan.” Omel appanya Taemin. “Ahh appa.. Aku kan jarang seperti ini.” Ngeyel Taemin. “Sudah berhenti kerja saja! Kau kan sudah mau menikah.”Mr.Lee membulatkan tekad. Taemin tersentak lalu mendudukan dirinya langsung. “Shireo! Aku tidak mau!! Aku sudah tingkat ini appa! Tega sekali.”Sahut Taemin sambil mengangkat tangannya setinggi pucuk kepalanya.

“Sudahlah, kita bicarakan nanti. Kau istirahat dulu ne~ dan kau onkey, pulanglah sudah malam. Kau juga Minho. Biar umma saja yang menjaga Taemin.” Jelas Umma taemin. Minho memajukan dirinya selangkah. “Emm.. Aboeji dan eommoni pulang dan istirahat saja. Biar saya yang disini menjaga Taemin. Kalian terlihat lelah.” Ucap Minho sopan. “Eh? Baiklah,, apa tidak apa minho?”Minho mengangguk. “Ne..”

Setelah semua pulang tinggallah Minho dan Taemin berdua di kamar pasien. Minho menuangkan air putih ke gelas dan memberikannya pada Taemin. “Minumlah, dan istirahat setelah ini.” Ucap Minho. Taemin menuruti Minho. Lalu Taemin menidukan badannya lagi. Sementara Minho duduk di kursi di samping kasur Taemin.

Taemin memandang wajah Minho yang sedang menunduk tangannya ia lipat di depan dada. Seperti mencoba untuk tidur.

“Hyung..”

“Eung?” Minho mengangkat kepalanya dan menatap Taemin.

“Ani..”

“Kau ini..” Decak minho.

“…..”

“Hyungg..”

“Apa?”

“Apa benar-benar kau ingin menikah dengan ku?”

Deg!
Minho terdiam. Ia ingin menjawab “karena aku mencintaimu” tapi itu terlalu tidak mungkin. Yahh~ cinta yang baru tumbuh selama kurang lebih satu hari. Hhh~

“Yaa.. Karena aku ingin. Waeyo?”

“Hhhh, maksudku apa semua terpaksa karena perjodohan?”

“Ani..”

DEG! Taemin tergugup, ia berpikir  Lalu???

“Aku tidak mau hidup dengan org yang tidak mencintai……….”

“Saranghae!!” Ceplos Minho.

Whatt!! Taemin membelakakan matanya. “Eh?” Bingung Taemin. “Saranghae Lee Taemin! Aku mencintai mu. Aku tidak tahu. Aku hanya cemas melihat mu sakit begini. Sejak kemarin aku melihat mu aku tidak ingin mengalihkan diriku padamu. Dan Aku merubah pikiran untuk membatalkan perjodohan karena aku baru tahu calonku adalah dirimu.” Taemin terdiam. Ia tidak menyangka Minho berkata sepanjang lebar itu hanya untuknya.

Senang?

Chu~

Taemin membangunkan dirinya dan dengan cepat kilat melingkarkan lengannya pada leher Minho dan mencium bibir Minho. Hanya menempel. Yahh tidak ada lumatan atau hisapan :p karena masih terlalu baru untuk mereka.

“Nado saranghae hyung.. A..aku hanya selalu tersipu setiap kau bertingkah manis dan memperhatikan ku. Ahhh, perasaanku sulit dikatakan.” Minho tersenyum, nafas Taemin menderu. Eumm.. Jarak mereka terlalu dekat.

“Jinjja? Kau..kau.. juga mencintai ku?” Taemin tersenyum dan mengangguk. “Gomawo~”Minho tersenyum dan bibir mereka bersatu untuk ke 2 kalinya. Dan ini manis. Minho melumat lembut bibir Taemin. Lama kelamaan ciuman mereka menuntut. Lidah Minho menjilatnya hingga Taemin membuka mulutnya. Dan detik-detik selanjutnya lidah mereka saling beradu mendominasi.

“Tidurlah, Agar cepat sembuh. Dan ingat kata-kata ku kedepan. Jangan terlalu lelah.” Taemin tersenyum dan mengangguk. Lalu ia merebahkan dirinya.

“Hyung kau tidak ingin tidur di sebelahku?” Tanya Taemin menepuk sisi kanannya yang agak renggang. “Ani gwenchana. Aku tidak enak dengan suster dan dokter disini. Jika nanti mereka masuk dan melihat.” Taemin menggembungkan pipinya “Sudahlah cepat tidur.. Jumuseyo..” Ucap Minho sambil mencubit pelan hidung mancung Taemin. Taemin terkekeh. Lalu tangannya meraih tangan Minho dan menggenggamnya. Lalu ia letakan di atas perutnya.

Malam itu mereka berdua tertidur dengan nyaman. Terlihat dari ukiran senyuman ke2 insan itu walau sudah terlelap tidur.

~~~~~~~____________________~~~~~~~~__________~~~~~~~~~~

*alur dipercepat*

“Saya bersedia” Ucap Minho.

“Saya Bersedia” Ucap Taemin.

“Saya nyatakan Kalian berdua sah menjadi suami istri. Silahkan memasangkan cincin pernikahan kalian dan cium pasanganmu.”

Key yang bertugas membawa cincin kedua insan itu maju. Minho meraih cincin perak disertai dengan berlian kecil di bagian depan dengan tulisan CHOI MINHO  terukir di bagian dalam cincin itu. Lalu ia memakaikan ke jari manis mungil Taemin dengan lembut. Sekarang giliran Taemin yang memakaikan cincin yang sama namun tanpa berlian dengan ukuran lebih besar dan terukir tulisan CHOI TAEMIN di bagian dalamnya. Lalu key berjalan mundur kembali ke tampatnya.

DEG ~ kini saat yang ditunggu-tunggu. *plak* Minho mendekatkan wajahnya pada Taemin. Tangan kanannya mengelus pipi kiri Taemin. CHU~

Perlahan tapi pasti. Minho terbawa oleh kemanisan bibir Taemin. Ia mengulum bibir Taemin lembut. 10 menit. Hmmm.. Kurasa Minho lupa ia berada di depan para undangan yang tersenyum melihat ke2 pasangan baru ini. Ia hanya ingin terus dan terus melahap bibir Taemin seperti di rumah sakit waktu itu.

“Yaa! Hyung.. Malu..” Taemin menepuk lengan Minho untuk menyadarkannya. Minho melepas tautan bibirnya pada Taemin. Lalu terkekeh.

“Yaa! Choi minho! Lanjutkan nanti malam saja! Jangan disini.” Teriak Key yang disambut dengan tawa para undangan.

BLUSH! Dan juga membuat ke2 insan itu merona merah. Dasar Key -_-”

Semua undangan bertepuk tangan ketika kedua insan tersebut berjalan keluar menyusuri karpet merah. Taemin tersenyum kepada seluruh undangan disana.

~~

Apartment Minho~

“Taemin, Taeminn.. mandilah dulu.. Sudah kusiapkan air hangat.” Minho mengelus kepala Taemin. Yaa Taemin ketiduran dengan kepala diatas meja. “Eungg.. Ne hyungg..” Dengan malas Taemin berdiri dan berjalan ke kamar mandi.
Blam..

Minho mengangkat bahunya. Lalu duduk dan bersandar di kasurnya sambil menonton televisi.

Sementara itu, Taemin menyisir rambutnya sebentar lalu masuk ke dalam bath up yang berisi air hangat yang sudah disiapkan Minho. Ia membasuh tubuh mulusnya perlahan. Berendam sebentar. Dan tiba-tiba Gelap ~~

~~~~~~~~____________________~~~~~~~~__________~~~~~~~~~~

“Eunggg..” Taemin mengerang sambil mengerjapkan matanya perlahan. “Omona! Bukankah aku sedang mandi? Omfg! Jangan-jangan Aku tertidur.. Dan….” Ia melihat badannya yang sudah berpakaian piyama hijau keroro dengan dibalut selimut. “Kyaahh! Taemin babo~~ babooo!! Ahh aku malu!!” Taemin mengetuk kepalanya berkali-kali.

Kepalanya menoleh kesamping. Ia melihat Minho masih tertidur. Dengan ragu ia menyentuh pundak minho dan menggoyangkannya pelan. “Minho hyungg.. Irreona.” Bisik Taemin. “Eungg. Taemin? Sudah bangun?” Minho mendudukan badannya. Taemin mengangguk.

“Kau terlalu lelah eumm? Sampai ketiduran di kamar mandi. Hehe” Taemin terbelakak. Benar dugaannya. “Jinjja hyung? Sshhh..” Taemin menggigit bibir bawahnya. Minho terkekeh. “Ne, Aku khawatir kau tidak keluar-keluar padahal sudah 30 menit. Beruntung pintu kamar mandi tak kau kunci. Jadi aku bisa langsung masuk. Dan ternyata kau tertidur dibath up.” Aahh~ Babo minho, kenapa bercerita. Perkataanmu itu membuat Taemin semakin malu saja. “Ahh~ Mianhe hyung.. Eumm.. Dan itu…..” Minho berdecak “ck, Kau kan sudah jadi istriku. Lagi pula kita juga saling mencintai kan? Jangan malu. Tapi aku belum menyentuhmu kok,  tenang saja.” Jelas Minho. “Eh? ne hyung..”Taemin hanya mengangguk-angguk, Ia bersumpah wajahnya pasti sudah sepert udang rebus. -_-v

Suasana menjadi hening, Mereka diam satu sama lain. “Kau mau makan apa hyung? Biar aku siapkan.”Tanya taemin mencairkan suasana. “Apa saja.” Jawab Minho singkat.

Taemin hendak turun dari kasurnya namun tangannya di tahan Minho. Ia menarik Taemin dan menidurkan badannya sendiri. Secara otomatis Taemin berada di atas Minho. Menahan berat badannya dengan tangannya yang berada diatas dada Minho.

“Hyungg…” Kaget Taemin. “Wae? Aku hanya ingin…” Chu~ Minho mengangkat kepalanya dan mencium bibir Taemin.
Morning kiss eumm..

“Menyapa bibir mu.. Kkkk~ wajahmu merah.”Ledek Minho. “Ahh hyungg…” Teriak taemin lalu membenamkan wajahnya pada dada Minho. Minho memeluknya. “Sudah, kau masaklah.. Aku lapar..” Sahut Minho

Taemin mengangguk lalu turun dari kasurnya. “Eumm.. Hyung. Hari ini aku harus ke kantor.. Tidak apa kan?” Tanya Taemin. “Eh? Kantor? Eummmm…. Gwen… Gwenchana..”Jawab minho pasrah. Ia sempat kaget. Ia kira hari ini Taemin akan menghabiskan waktunya dengan dirinya. Namun, apa boleh buat. Ia tidak mau memaksa Taemin. Toh, memang kesukaan Taemin pergi ke kantor.

Minho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat taemin keluar kamar. Kantor? Hey ini hari pertama dan sudah pergi bekerja? Taemin…

Minho meraih handphonenya yang bergetar. Sebuah pesan masuk dari Jonghyun hyung.

“Choi Minho, kudengar kau menikah kemarin.. Mian aku tidak datang. Siapa isitrimu? Yeojakah? Bukankah kau gay sepertiku? Hehe ._.v Kenalkan aku saat kau kembali ke seoul yah😉 Hey, cepat kembali. Tugas mu menumpukk! Aku tidak kuat mengerjakan sendiri. Arraso! Sampai jumpa.(づ ̄³ ̄)づ”

Minho terkekeh. Dan mulai mengetik balasan untuk sahabatnya ini.

“Arraso.. 3 hari lagi aku pulang, Istriku sangat cantik. Jangan salah sangka dia namja bukan yeoja. Tapi cantik sekali ^^ jangan naksir padanya jika bertemu nanti. Hehe ~”

~~~~~~~~____________________~~~~~~~~__________~~~~~~~~~~

Minho berkali-kali mengganti channel tv. Taemin sudah berangkat ke kantor 5 jam yang lalu. Dan namja tampan nan malang ini hanya berdiam diri di apartment. “Aargh! Aku bosan.” Gerutunya sambil mematikan tv. Ia menyandarkan punggungnya pada sofa dan menutup wajahnya dengan ke2 tangannya.

Drrttt..drttt…

Minho merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. “Eunsoo?” Minho mengangkat alisnya. Lalu ia mengangkat panggilan itu.

“Halo”

“Ahh minho!”

“Ya? Maaf ini eunsoo siapa?”

“Bodoh! Aku teman sma mu. Masa kau lupa.”

“Sma?? Eunsoo?? Eunssooo…” Minho mencoba mengingat nama itu.

“Kau pernah membantuku saat dance battle sekolah dulu!”

“Ahhh! Eunsoo.. Yaa? Apa kabar?”

“Aku baik.. Hey! Ku dengar kau ada di jepang sekarang? Aku sekarang tinggal di jepang.”

“Jinjja? Ahh iya.. Aku baru menikah kemarin disini.”

“Mworago?? Menikah?? Haha.. Cepat sekali! Chukae!”

“Ahh gomawo~ maaf aku mengganggumu.. Pasti kau sedang bersama anae baru mu kan..” Ledek Eunsoo.

“Ani..”

“Hah?”

“Anae ku sedang pergi. Aku bosan di sini sendiri hhh”

“Kalau begitu kita bertemu saja. Sudah lama kan?”

“Ahh, boleh boleh.. Aku tunggu di xxxx”

“Sampai nanti”

PIP

Minho terkekeh. Akhirnya dia punya teman mengisi hari kosongnya di jepang.

~~~~~~~~____________________~~~~~~~~__________~~~~~~~~~~

Taemin tersenyum. Ia mendapat izin pulang lebih awal dengan syarat besok dan lusa masih harus menyelesaikan pekerjaannya di sini. Sebelum ia dipindahkan di Korea.

Taemin meraih tasnya dan segera bergegas keluar gedung. ” Ahh perutku lapar.” Gumam taemin sambil memegang perutnya. Ahh~ Taemin akhirnya memutuskan untuk pulang dulu ke apartment dan mau mengajak nampyeonnya makan diluar. Pasti menyenangkan..

“Eoh? Bukannya tadi minho hyung?” Taemin bingung ketika melihat mobil yang melintasinya. “Tapi kenapa ada noona cantik disampingnya?” Taemin memiringkan kepalanya bingung. “Ahh, mungkin perasaan ku.. Tapi… Mobilnya itu mobil minho hyung.. Sama siapa dia?” Bingung Taemin.

Ketika Taemin sampai dirumah benar dugaannya bahwa nampyeonnya tidak ada dirumah. Taemin mengambil iphonenya dan mulai mengetik pesan.

~ Minho hyung dimana? Tidak dirumah eoh? ~

~ Aku keluar sebentar Taemin. Kau sudah pulang? ~

~ iya hyung.. Aku pulang cepat, hehe. Cepat pulang hyung ~

~ arraso.. Saranghae ~

Hanya butuh waktu 10 detik untuk menunggu balasan masing”.

Hhhh~ Taemin menghela nafasnya. Ia sengaja pulang cepat hari ini dan ternyata Nampyeonnya pergi. Ahh, terlebih lagi dengan seorang yeoja. Taemin menekuk wajahnya. Tidak mungkin ia kembali ke kantor eoh..

Dan rencananya hari ini bersama Minho. Epic Fail!

~~~~~~~~____________________~~~~~~~~__________~~~~~~~~~~

Keesokannya Taemin mengalami hal yang sama. Sore hari ketika ia pulang dari kantornya, ia melihat Minho kali ini berjalan bersama yeoja yang sama dengan kemarin. Ahh! Taemin menggeram kesal. Lalu bergegas pulang.

Diapartment, Taemin merebahkan dirinya di sofa. Ia masih terbayang bayang Minho bersama yeoja itu. Siapa dia? Kenapa mereka begitu bahagia berdua? Taemin mengacak rambutnya. “Ahh.. Minho hyung aku kesal. Hari ini saja tidak ada morning kiss.” Taemin mengerucutkan bibirnya imut. Hey~ tak sadarkah kau taemin? Kau berangkat sebelum minho bangun ~ ~ kkk

Tak lama kemudian, ia terlelap.

Lembut…
Taemin merasakan usapan lembut dibagian pipinya. Deg! “Ahh.. Hyung.. Membuatku kaget.” teriak Taemin melihat minho sedang menatapnya tidur di atas sofa sambil mengusap pipinya lembut.

“Salahkan dirimu. Tidur masih saja cantik!” Goda minho. Taemin merona. “Hyung.. Kau selalu pergi. Aku pulang dari kantor kesepian. Dan kau pergi dengan yeoja eohh?” Ucap Taemin frontal. “Eh? Bagaimana kau tahu?” Tanya Minho. “Aku melihat mu kemarin bersama yeoja itu di dalam mobil dan tadi saat pulang. Aku melihat mu bersamanya lagi.” Taemin sedikit menggembungkan pipinya.

“Bagaimana yaa.. Aku sendiri bingung.. Aku kesepian kau tinggal kerja terus. Kita baru menikah dan kau sudah berani-beraninya meninggalkan suami mu yang pengangguran sementara ini. Kau istri taemin.. Mungkin keadaanya seharusnya kau harus selalu dirumah dan menunggu suami mu pulang dari kantor.” Jelas Minho.

Taemin terdiam. “Jadi ini salahku hyung?” Agak sedih. Ia merasa dirinya istri terbodoh di seluruh dunia. Benar yang dikatakan minho. “Mianhe Minho hyung.. Sungguh aku janji tidak akan sibuk lagi. Aku akan berubah hyung jadi istri yang baik. Yang akan menunggu mu dirumah sampai kau pulang. Ta..tapi..” Ucap Taemin. “Tapi apa?”

“Jangan pergi dengan yeoja siapa pun lagi. Aku tidak suka.” Ucap Taemin hampir menangis. Yahh~ namja cantik ini makin mencintai Minho dan tidak mau Minho di ambil yeoja atau namja cantik lainnya.

Minho tersenyum lalu merengkuh Taemin ke pelukannya. “Aku janji. Aku tidak akan berjalan dengan yeoja atau namja cantik lain. Tapi apa bisa kau menepati perkataan mu tadi? Kau akan selalu menungguku dirumah alias kau berhenti kerja?” Tanya Minho. Taemin mengangguk cepat. “Sungguh aku janji.”

Minho tersenyum lalu mengelus kepala Taemin. “Lusa kita berntkat ke korea..” Sahut Minho. “Arra.. Aku juga tidak sabar hyung..” Mereka berdua saling melempar senyum. “Kita mulai hidup baru disana.. Saranghae…” Minho mencium hidung dan Bibir Taemin sekilas. “Nado saranghae minho..”

~~~~~~~~____________________~~~~~~~~__________~~~~~~~~~~

*alur dipercepat lagi ~~~

10.00 kst

Minho dan Taemin telah sampai di incheon airport. “Hhhh~ senangnya menghirup negri kelahiran..” Senang Taemin. Minho tersenyum. “Welcome back kalau begitu.”

Drtt..
Sebuah pesan masuk di iphone minho.

~ Kau sudah sampai? Aku lupa memberitahu supir mu kau landing jam 10. Jadi Aku saja yang menjemput mu.. Aku di Gate B minho! ~

“Ahh.. Pria ini.” Taemin menoleh. “Siapa hyung?”

“Teman ku.. Nanti kau juga akan bertemu dengannya.” Taemin hanya mengangguk mengerti.

~~~

“Yaaa! Choi Minho!!” Teriak namja tampan yang tidak terlalu tinggi itu. Minho melambaikan tangannya dan berjalan mendahului Taemin. Ke2 namja itu berpelukan. “Apa kabar yoo my best bro!” Tanya Minho. “Masih tampan seperti dulu.” Mereka tertawa.

“Ohyaa mana anae mu? Aku belum bertemu.” Tanya Jonghyun. “Aahh iya.. Hampir lupa.” Minho tersenyum dan menarik tangan Taemin sehingga Taemin berdiri di depannya. “Ahh.. Ini, perkenalkan anae ku..”

“Taeeminn??” Jonghyun tersentak dan terperangah.

Deg!

“Jonghyun hyung!” Kaget Taemin.

Ke2nya saling terkejut satu sama lain. Dan Minho tidak mengerti dengan keadaan ini. Jonghyun tidak melepaskan pandangannya dari Taemin dan begitu juga Taemin.

To Be Continueddd~~~

Errr, nulis ga bener ini saya -_- ahhh maaf readers jika tidak sesuai dengan keinginan para readers yaaaa

Mohon comment demi kemajuan saya ^^v kkkk~ Adioss AMIGOsss!!!

14 responses to “Sweet Life/2min/PG/Pure YAOI/2- End(Series)

  1. Wah, ini ada apa ama jjong n tae?? Ada jongtae kah?? Asik nih klo ada jongtae *ditendang minho*
    Bagus deh si tae berenti kerja biar lbh sering ama minho.. Tp kyana emank si jjong bakal jd pengganggu deh nih.. Nice jjong!

  2. Sumpah , ini FF manis banget. Semanis bibir(?) chery Taemin. Kkkk xD

    aku kira ini uda end. Taunya masi ada lanjutanya. Kayaknya Jonghyun mantanya Taemin dh. Eotte?

    Di tunggu part 3nya.

  3. Wahhhh…dah lma gga bca ff di blog ini,jdii kangen!!!
    Maaf yah thor komen.y dii part ke2
    Loh emang jjong ama taem sling knal yah???Pkok.y dii tggu deh next.y!! Mkin pnsaran nih!!

  4. kyaaaaaa~~ pas liat ada TBC’y aku tereak2 gaje, pengen rasanya nendang tuh yang namanya TBC….thor lanjutin yaaaaa!!! Ingeet jangan lama2!! I am so curious yeeah #dance sherlock bareng oppadeul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s